98 Persen Penyediaan Fasilitas Pendukung PON Telah Siap
Kamis, 19 Agustus 2021 - 14:39 WIB
loading...
Koordinator Bidang III saat di wawancara media di sekretariat Sub PB PON Kabupaten Jayapura.
A
A
A
SENTANI - Persiapan fasilitas pendukung pelaksanaan PON XX yang dilakukan oleh Bidang III Sub PB PON Kabupaten Jayapura yang membawahi subbidang akomodasi, transportasi, kesehatan, dan konsumsi, saat ini telah mencapai 98 persen kesiapannya.
Koordinator Bidang III Izak Randy Hikoyabi di sekretariat Sub PB PON Kabupaten Jayapura mengatakan, persiapan kusus akomodasi bagi atlet, ofisial, tamu undangan, serta Panitia Pengawas dan Pengarah ( Panwasrah) sebagian besarnya telah diselesaikan dan siap ditempati. Akomodasi ini tersebar di empat zona penyelenggaraan, baik di Kampung Harapan, Sentani, Lanud Silas Papare, dan Doyo Baru.
"Ada 30 hotel dengan 980 jumlah kamar bagi tamu dan Panwasrah. Sementara nonhotel atau penginapan dan asrama sebanyak 24 unit bagi atlet dan ofisial serta perumahan warga yang disewakan ada 598 kamar dari 512 kamar yang ditentukan oleh panitia besar," ujar Izak Hikoyabi, Rabu (18/8/2021).
Untuk subbidang transportasi dan kesehatan, kata Hikoyabi, ada 24 kendaraan bus dan minibus serta tiga Kapal pariwisata di Danau Sentani. Setiap kawasan venue juga disediakan medical center sebanyak 10 unit yang dilengkapi dengan ambulance, apabila kondisi kesehatan yang perlu ditangani serius akan dirujuk langsung ke RSUD Yowari dan RSUD Dok Dua sebagai rumah sakit rujukan. Medical center siap melayani setiap keluahan kesehatan baik panitia, atlit dan ofisial, termasuk vaksinasi dan PCR antigen.
Dikatakan Hikoyabi, untuk subbidang konsumsi akan dibangun dua unit dapur umum besar untuk mengemas dan menyajikan makanan bagi seluruh peserta yang terlibat dalam pelaksanaan PON XX. Dalam sehari akan ada tiga kali makan dan dua kali snack.
Konsumsi dikerjakan oleh 300 juru masak profesional yang didatangkan langsung dari luar Papua. Selain itu makanan siap saji dan menu bahan makanan sedang dipersiapkan sebanyak 400 kontainer, dalam 13 hari pelaksanaan PON XX akan memanfaatkan kurang lebih 4.380 orang khusus di sub bidang konsumsi.
"Kendala keuangan yang saat ini sedang kita hadapi karena khusus untuk konsumsi menggunakan anggaran belanja negara. Prosesnya sudah sampai di Kementerian Keuangan, kita tunggu pencairan saja. Besaran dana konsumsi yang diusulkan sebesar 109 miliar rupiah," ujar Hikoyabi.
Koordinator Bidang III Izak Randy Hikoyabi di sekretariat Sub PB PON Kabupaten Jayapura mengatakan, persiapan kusus akomodasi bagi atlet, ofisial, tamu undangan, serta Panitia Pengawas dan Pengarah ( Panwasrah) sebagian besarnya telah diselesaikan dan siap ditempati. Akomodasi ini tersebar di empat zona penyelenggaraan, baik di Kampung Harapan, Sentani, Lanud Silas Papare, dan Doyo Baru.
"Ada 30 hotel dengan 980 jumlah kamar bagi tamu dan Panwasrah. Sementara nonhotel atau penginapan dan asrama sebanyak 24 unit bagi atlet dan ofisial serta perumahan warga yang disewakan ada 598 kamar dari 512 kamar yang ditentukan oleh panitia besar," ujar Izak Hikoyabi, Rabu (18/8/2021).
Untuk subbidang transportasi dan kesehatan, kata Hikoyabi, ada 24 kendaraan bus dan minibus serta tiga Kapal pariwisata di Danau Sentani. Setiap kawasan venue juga disediakan medical center sebanyak 10 unit yang dilengkapi dengan ambulance, apabila kondisi kesehatan yang perlu ditangani serius akan dirujuk langsung ke RSUD Yowari dan RSUD Dok Dua sebagai rumah sakit rujukan. Medical center siap melayani setiap keluahan kesehatan baik panitia, atlit dan ofisial, termasuk vaksinasi dan PCR antigen.
Dikatakan Hikoyabi, untuk subbidang konsumsi akan dibangun dua unit dapur umum besar untuk mengemas dan menyajikan makanan bagi seluruh peserta yang terlibat dalam pelaksanaan PON XX. Dalam sehari akan ada tiga kali makan dan dua kali snack.
Konsumsi dikerjakan oleh 300 juru masak profesional yang didatangkan langsung dari luar Papua. Selain itu makanan siap saji dan menu bahan makanan sedang dipersiapkan sebanyak 400 kontainer, dalam 13 hari pelaksanaan PON XX akan memanfaatkan kurang lebih 4.380 orang khusus di sub bidang konsumsi.
"Kendala keuangan yang saat ini sedang kita hadapi karena khusus untuk konsumsi menggunakan anggaran belanja negara. Prosesnya sudah sampai di Kementerian Keuangan, kita tunggu pencairan saja. Besaran dana konsumsi yang diusulkan sebesar 109 miliar rupiah," ujar Hikoyabi.
Lihat Juga :