Akibat Pandemi COVID-19, Pengiriman Pekerja Migran dari Jabar Terhambat
Selasa, 17 Agustus 2021 - 09:14 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Diduga Penyandang Dana Kelompok Teroris, Manajer Lembaga Zakat Diringkus Densus 88 Saat ke Masjid
Menurut dia, pihaknya terus menggenjot pekerja migran berkeahlian menyasar sejumlah negara potensial. Seperti Malaysia, Jepang, Taiwan, Arab Saudi, Korea Selatan, Brunei Darussalam, dan lainnya. Mayoritas keahlian yang dibutuhkan adalah tenaga perawat.
Berbagai program terus digencarkan, untuk mengirimkan tenaga kerja berkeahlian ke luar negeri. Apalagi, Pemprov Jabar sendiri menargetkan pengurangan angka pengangguran terbuka yang saat ini sekitar 2,1 juta orang.
Baca juga: Rayakan 76 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Perupa Blitar Sampaikan Keprihatinan di Istana Gebang
"Saat pandemi 2020 lalu, angka pengangguran terbuka di Jabar lebih dari 10 persen. Kami menargetkan bisa ditekan hingga 6,9 persen pada 2023. Berbagai upaya terus kami lakukan untuk menekan naiknya angka pengangguran ini," kata dia.
Menurut dia, pihaknya terus menggenjot pekerja migran berkeahlian menyasar sejumlah negara potensial. Seperti Malaysia, Jepang, Taiwan, Arab Saudi, Korea Selatan, Brunei Darussalam, dan lainnya. Mayoritas keahlian yang dibutuhkan adalah tenaga perawat.
Berbagai program terus digencarkan, untuk mengirimkan tenaga kerja berkeahlian ke luar negeri. Apalagi, Pemprov Jabar sendiri menargetkan pengurangan angka pengangguran terbuka yang saat ini sekitar 2,1 juta orang.
Baca juga: Rayakan 76 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Perupa Blitar Sampaikan Keprihatinan di Istana Gebang
"Saat pandemi 2020 lalu, angka pengangguran terbuka di Jabar lebih dari 10 persen. Kami menargetkan bisa ditekan hingga 6,9 persen pada 2023. Berbagai upaya terus kami lakukan untuk menekan naiknya angka pengangguran ini," kata dia.
Lihat Juga :