Permintaan Bekerja di Jepang Tinggi, Pemkot Cimahi Fasilitasi Pelatihan Bahasa
Jum'at, 13 Agustus 2021 - 08:01 WIB
loading...
A
A
A
Mereka diberikan pelatihan dari mulai bahasa hingga kebiasaan di negeri Sakura. Sehingga dengan modal ilmu dan keterampilan yang sudah didapat selama pelatihan, akan mempermudah mereka ketika bekerja di Jepang.
"Pelatihan kini sudah beres, dan tinggal menunggu keberangkatan. Mereka diberikan bekal dari mulai bahasa sampai kebiasan di sana," sebutnya.
Renacananya, lanjut dia, dalam waktu dekat ada 10 orang hasil dari pelatihan yang akan mengikuti pra seleksi untuk dikirim ke Jepang. Prosesnya memang bertahap dikarenakan saat ini masih pandemi COVID-19 dan Jepang belum buka full, jadi sesuai dengan permintaan.Baca: Kesal Lama Menunggu Antrean Makanan, Oknum ASN Inspektorat Mengamuk di Warung Bubur.
Dirinya mengklaim, Jepang merupakan salah satu negara yang sangat menginginkan tenaga kerja asal Indonesia. Hanya saja untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Jepang harus melalui berbagai tahapan pelatihan, khususnya bahasa.
"Kita coba fasilitasi karena permintaan pekerja di Jepang termasuk Arab Saudi cukup banyak. Tinggal masyarakatnya mau atau tidak," pungkasnya. Baca Juga: Sebulan Lebih Ditutup, Masjid Agung Cimahi Kembali Buka dengan Prokes Ketat.
"Pelatihan kini sudah beres, dan tinggal menunggu keberangkatan. Mereka diberikan bekal dari mulai bahasa sampai kebiasan di sana," sebutnya.
Renacananya, lanjut dia, dalam waktu dekat ada 10 orang hasil dari pelatihan yang akan mengikuti pra seleksi untuk dikirim ke Jepang. Prosesnya memang bertahap dikarenakan saat ini masih pandemi COVID-19 dan Jepang belum buka full, jadi sesuai dengan permintaan.Baca: Kesal Lama Menunggu Antrean Makanan, Oknum ASN Inspektorat Mengamuk di Warung Bubur.
Dirinya mengklaim, Jepang merupakan salah satu negara yang sangat menginginkan tenaga kerja asal Indonesia. Hanya saja untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Jepang harus melalui berbagai tahapan pelatihan, khususnya bahasa.
"Kita coba fasilitasi karena permintaan pekerja di Jepang termasuk Arab Saudi cukup banyak. Tinggal masyarakatnya mau atau tidak," pungkasnya. Baca Juga: Sebulan Lebih Ditutup, Masjid Agung Cimahi Kembali Buka dengan Prokes Ketat.
(nag)
Lihat Juga :