alexametrics

Pedagang Positif COVID-19, Dua Pasar Tradisional Ditutup

loading...
Pedagang Positif COVID-19, Dua Pasar Tradisional Ditutup
Pasar Kebon Semai yang sepi setelah ditutup karena karena satu pedagang meninggal dengan status terduga terpapar Corona. Foto/SINDOnews/Berli Zul
A+ A-
PALEMBANG - Pemkot Palembang melalui PD Pasar Palembang Jaya menutup dua pasar tradisional yakni Pasar Kebon Semai di Sekip dan Pasar Kebun Bunga di Sukarami karena salah satu pedagang di pasar tersebut positif Corona.

Pasar Kebon Bunga ditutup sejak 26 Mei hingga sekitar sepuluh hari ke depan. Saat ini tengah dilakukan rapid test secara bertahap terhadap seluruh pedagang.

Sementara Pasar Kebun Bunga baru ditutup hari ini, Jumat (29/5/2020) setelah satu pedagang dinyatakan positif COVID-19. (Baca juga: Kodam II/Sriwijaya Kembali Terima Bantuan APD dari Mabesad)



“Pasar Kebun Bunga kami tutup selanjutnya disterilkan. Pasar Kebon Semai sudah ditutup sekitar sepuluh hari sejak 26 Mei,” ujar Dirut PD Pasar Abdul Rizal.

Sementara itu, rapid test terhadap pedagang dan warga sekitar Pasar Kebon Semai Palembang masih akan berlangsung hingga hari ini, Jumat (29/5/2020).

Hingga hari ketiga pemeriksaan atau Kamis (28/5) disebutkan sebanyak 21 orang menunjukkan reaktif sehingga dijadwalkan untuk uji swab.

Rapid test massa serta penutupan Pasar Kebon Semai setelah satu pedagang N (53) meninggal dunia dengan status terduga terpapar Corona, awal pekan kemarin.

Juru bicara Dinkes Palembang, Yudhi Setiawan mengatakan pemeriksaan masih akan berlangsung hingga hari ini. Dia menyebutkan 88 orang yang merupakan pedagang Pasar Kebon Semai telah menjalani rapid test.

Menurutnya, tidak hanya rapid test terhadap pedagang, tapi juga terhadap keluarga N dilakukan tes swab sebanyak 20 orang. “Hasilnya masih menunggnu sekitar satu minggu lagi,” tuturnya.

Diketahui, hingga Jumat pagi (29/5/2020) total positif Corona di Palembang sebanyak 539 orang dengan rincian 451 dirawat, 72 sembuh, dan 16 meninggal.
(boy)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak