COVID-19 di Yogyakarta Masih Tinggi, Polda DIY-PT Wilmar Salurkan 12 Ton Oksigen
Senin, 09 Agustus 2021 - 21:38 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, keterisian Bed Occupancy Ratio (BOR) sudah semakin kecil berkat kerja keras dari semua pihak. "BOR sekarang 74 %, dibanding beberapa minggu yang lalu masih 90%. Hal ini dikarenakan pasien berkurang serta upaya kita semua untuk mengkonversi jumlah tempat tidur yang ada di RS maupun isoter hingga bisa meningkat. Seluruh personel Polda DIY terus berupaya untuk membantu masyarakat,” ungkapnya.
Baca juga: Ganjar Pranowo Telusuri Warganya yang Stres Akibat COVID-19
Sementara, Kabid Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto menyampaikan tentang mekanisme penyaluran oksigen bagi masyarakat serta pendistribusian oksigen bagi 4 RS di Yogyakarta.
“Polda DIY kembali menerima hibah oksigen yang merupakan CSR PT Wilmar Nabati Indonesia. Kerja sama ini untuk yang kedua kalinya dalam hal pemberian oksigen gratis. Beberapa waktu yang lalu PT Wilmar telah memberikan 12 ton oksigen cair, dan hari ini, Senin (8/9/2021), diberikan lagi 12 Ton," ujar Yuliyanto.
Dia mengatakan, oksigen ini akan diberikan ke RS Bhayangkara 2,5 ton, RSUP DR. Sardjito 2 ton, RS Bethesda 2 ton, RSA UGM 2 ton, masyarakat Kulonprogo 1 ton serta untuk masyarakat Sleman dan kota Yogyakarta sebanyak 2,5 ton," lanjutnya.
Baca juga: Ganjar Pranowo Telusuri Warganya yang Stres Akibat COVID-19
Sementara, Kabid Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto menyampaikan tentang mekanisme penyaluran oksigen bagi masyarakat serta pendistribusian oksigen bagi 4 RS di Yogyakarta.
“Polda DIY kembali menerima hibah oksigen yang merupakan CSR PT Wilmar Nabati Indonesia. Kerja sama ini untuk yang kedua kalinya dalam hal pemberian oksigen gratis. Beberapa waktu yang lalu PT Wilmar telah memberikan 12 ton oksigen cair, dan hari ini, Senin (8/9/2021), diberikan lagi 12 Ton," ujar Yuliyanto.
Dia mengatakan, oksigen ini akan diberikan ke RS Bhayangkara 2,5 ton, RSUP DR. Sardjito 2 ton, RS Bethesda 2 ton, RSA UGM 2 ton, masyarakat Kulonprogo 1 ton serta untuk masyarakat Sleman dan kota Yogyakarta sebanyak 2,5 ton," lanjutnya.
Lihat Juga :