Gunungkidul Gempar, Belasan Kambing Mati Misterius dengan Luka Gigitan

Minggu, 08 Agustus 2021 - 09:02 WIB
loading...
Gunungkidul Gempar,...
Warga Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, digemparkan dengan kematian misterius ternak kambing. Foto/iNews TV/Kismaya Wibowo
A A A
GUNUNGKIDUL - Kematian sejumlah ternak kambing di Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, menggemparkan warga. Kambing-kambing tersebut tewas dengan kondisi penuh luka gigitan.

Baca juga: Viral, Seekor Kambing Terlahir dengan Kepala Mirip Monyet

Anehnya, mesti ditemukan luka gigitan di sekujur tubuh kambing, namun tubuh kambing itu masih utuh. Kasus ini muncul dalam tiga bulan terakhir. Total lebih dari 11 ekor kambing warga mati secara misterius.



Warga sempat mengabadikan kambing-kambing yang mati misterius tersebut, menggunakan kamera ponselnya. Rata-rata kambing itu mati dengan ciri yang sama, di mana ditemukan luka gigitan pada bagian leher dan perut.

Baca juga: 5 Anggota DPRD Pesta Maksiat dengan 7 Wanita Seksi, Mereka Berasal Dari Hanura, PAN, PPP, dan Demokrat

Menurut salah seorang warga Kalurahan Purwodadi, Teguh, pertama kali dirinya mengetahui kejadian tersebut, saat hendak merawat kambing miliknya yang ditaruh di kawasan persawahan.

"Saat itu saya melihat seekor kambing yang tergeletak dengan luka gigitan , dan bagian perut yang hilang sedikit. Usai diperiksa, ternyata kambing mati diduga akibat serangan binatang buas. Saya mengalami kerugian sekitar Rp3,5 juta," terangnya.

Baca juga: Tangis Wanita Transgender Pecah di Cilegon, Tubuhnya Disiram Minyak Mendidih Saat Telanjang

Paska kejadian tersebut, Teguh bersama sejumlah warga lainnya memutuskan untuk membawa pulang binatang ternak kambing mereka ke rumah. Serangan hewan misterius ini, seperti menjadi siklus tahunan menjelang musim kemarau.

Setidaknya dari bulan Juni hingga awal Agustus ini, terdapat 11 kambing milik warga yang telah mati secara misterius . Kambing-kambing itu, rata-rata dipelihara di ladang yang jauh dari permukiman.

Baca juga: Begini Sadisnya Pembunuhan Pengusaha Emas Jayapura Oleh Istri Bersama Selingkuhannya

Ulu-ulu Kalurahan Purwodadi, Suroyo mengimbau warganya yang memelihara ternak di ladang, untuk segera dipindahkan ke rumah agar tidak terjadi serangan hewan buas . "Jika masih ada ternak yang di ladang, saya berharap agar kandang ternak bisa di beri pagar yang rapat, sehingga tidak mudah dijangkau oleh hewan liar," tuturnya.

Sebagian besar warga di Kalurahan Purwodadi, memang beternak kambing di ladang yang dikelilingi oleh pegunungan. Jarak tempuh dari permukiman warga, dengan ladang tempat ternak tersebut mencapai 2-3 km.

Baca juga: Tangis Duka Pecah di Tulungagung, Perawat Cantik dan Bayinya Meninggal Akibat COVID-19

Dia juga mengimbau kepada masyarakat jika ada yang memiliki anjing liar di ladang, untuk dirantai terlebih dahulu. Selama ini anjing tersebut dipelihara warga untuk menjaga dari serangan kera ekor panjang.

Belum bisa dipastikan serangan mematikan terhadap hewan ternak warga ini anjing atau hewan liar lainnya. Pemerintah kalurahan meminta kepada warga untuk tetap tenang, dan waspada, serta memperhatikan letak ternak mereka, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Usai Kejang, Pria di...
Usai Kejang, Pria di Cengkareng Meninggal saat Mengecat Genteng
Kronologi Anak Kandung...
Kronologi Anak Kandung Bunuh Ibunya, Kakak, dan Adik dengan Disuapi Racun Tikus di Tanjung Priok
3 Orang Sekeluarga Tewas...
3 Orang Sekeluarga Tewas Diracun di Tanjung Priok, Pelakunya Ternyata Anak Kandung
Hasil Pemeriksaan Zat...
Hasil Pemeriksaan Zat Beracun Ungkap Penyebab Kematian Keluarga di Tanjung Priok
Kondisi Terkini Korban...
Kondisi Terkini Korban Selamat terkait Sekeluarga Tewas di Tanjung Priok, Polisi: Berangsur Stabil
Kondisi 3 Jasad Sekeluarga...
Kondisi 3 Jasad Sekeluarga di Tanjung Priok Melepuh dengan Mulut Berbusa
Daging Kambing Dituding...
Daging Kambing Dituding Picu Kolesterol dan Hipertensi, Ini Kata Menkes
Perbedaan Hewan Dam...
Perbedaan Hewan Dam Haji dan Kurban, Simak Penjelasannya di Sini!
KAI Logistik dan Bogantara...
KAI Logistik dan Bogantara Jajaki Usaha Pengiriman Hewan Ternak
Rekomendasi
Terungkap 2 Alasan di...
Terungkap 2 Alasan di Balik Pemadaman Bergilir Pulau Jawa, Dirut PLN Minta Maaf
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Rekor 32 Tahun Tumbang...
Rekor 32 Tahun Tumbang di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Jakarta Rawan Sinkhole,...
Jakarta Rawan Sinkhole, Wagub DKI Rano: Ada Daerah Berpotensi Ambles
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
DPRD Kota Bandung Resmi...
DPRD Kota Bandung Resmi Sahkan Perda Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pramono Bakal Resmikan Ruang Publik di Rasuna Said dan Stasiun KRL JIS
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi...
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi saat Sidak Lapas Kelas IIA Cibinong
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved