Kasus Covid-19 Meningkat, Puluhan Sekolah di Maros Kembali Ditutup
Jum'at, 06 Agustus 2021 - 22:24 WIB
loading...
Simulasi sekolah tatap muka di salah satu sekolah di Kota Mamassar beberapa waktu yang lalu. Foto: SINDOnews/dok
A
A
A
MAROS - Dinas Pendidikan Maros kembali harus menutup sejumlah sekolah yang sebelumnya telah dibuka untuk pembelajaran tatap muka. Ada sekitar 40 sekolah di beberapa kecamatan yang harus ditutup.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maros, H Takdir yang dihubungi awak media, Jumat (6/8) mengatakan, beberapa sekolah yang tutup berdasarkan zona per desa atau kelurahan.
Baca juga: Launching 26 Sekolah Digital, Bupati Maros Harap Siswa Makin Mandiri
"Dari 310 sekolah yang melakukan tatap muka , kita telah menutup 40 sekolah karena jumlah kasus yang tinggi," katanya.
Dengan begitu sisa 270 sekolah yang tatap muka di 12 Kecamatan di Maros. Sebab ada dua kecamatan yang sekolahnya ditutup. "Dua Kecamatan sekolahnya ditutup, yakni Kecamatan Mandai dan Turikale. Karena memang jumlah kasus di dua kecamatan itu cukup tinggi," ungkapnya.
Dia merinci, di Kabupaten Maros saat ini ada sekitar 320 SD dan 74 SMP. Olehnya itu Takdir mengimbau bagi sekolah yang masih menerapkan tatap muka untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan Covid-19.
Baca juga: Pengendara yang Langgar Prokes Langsung Jalani Swab Antigen
"Sekolah diimbau untuk tetap melakukan protokol kesehatan yang ketat dengan mengawasi siswa dan guru apabila ada yang bergejala segera melapor ke tim satgas setempat," imbaunya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Maros, dr Muhammad Yunus menjelaskan, saat ini jumlah kasus aktif Covid-19 di Maros mencapai 653. "Ada penambahan 68 orang terkofirmasi aktif semalam," sebutnya.
Untuk Kecamatan tertinggi masih di Kecamatan Mandai dan Turikale. "Kecamatan Mandai jumlah kasusnya itu 142 dan Turikale 135. Terendah di Kecamatan Mallawa dengan 9 kasus," jelasnya.
Baca juga: Warga Binaan Lapas Kelas II Maros Terima Vaksin Covid-19 Tahap II
Dia menambahkan dari 653 kasus aktif ada 606 yang tengah menjalani isolasi mandiri dan 47 yang dirawat di rumah sakit.
"Saat ini Maros masuk zona oranye dengan persentase kasus 22,4 persen. Olehnya itu kita imbau warga untuk senantiasa menerapkan prokes. Tentunya dengan menggunakan masker, mencuci tangan, jaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas," tutupnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maros, H Takdir yang dihubungi awak media, Jumat (6/8) mengatakan, beberapa sekolah yang tutup berdasarkan zona per desa atau kelurahan.
Baca juga: Launching 26 Sekolah Digital, Bupati Maros Harap Siswa Makin Mandiri
"Dari 310 sekolah yang melakukan tatap muka , kita telah menutup 40 sekolah karena jumlah kasus yang tinggi," katanya.
Dengan begitu sisa 270 sekolah yang tatap muka di 12 Kecamatan di Maros. Sebab ada dua kecamatan yang sekolahnya ditutup. "Dua Kecamatan sekolahnya ditutup, yakni Kecamatan Mandai dan Turikale. Karena memang jumlah kasus di dua kecamatan itu cukup tinggi," ungkapnya.
Dia merinci, di Kabupaten Maros saat ini ada sekitar 320 SD dan 74 SMP. Olehnya itu Takdir mengimbau bagi sekolah yang masih menerapkan tatap muka untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan Covid-19.
Baca juga: Pengendara yang Langgar Prokes Langsung Jalani Swab Antigen
"Sekolah diimbau untuk tetap melakukan protokol kesehatan yang ketat dengan mengawasi siswa dan guru apabila ada yang bergejala segera melapor ke tim satgas setempat," imbaunya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Maros, dr Muhammad Yunus menjelaskan, saat ini jumlah kasus aktif Covid-19 di Maros mencapai 653. "Ada penambahan 68 orang terkofirmasi aktif semalam," sebutnya.
Untuk Kecamatan tertinggi masih di Kecamatan Mandai dan Turikale. "Kecamatan Mandai jumlah kasusnya itu 142 dan Turikale 135. Terendah di Kecamatan Mallawa dengan 9 kasus," jelasnya.
Baca juga: Warga Binaan Lapas Kelas II Maros Terima Vaksin Covid-19 Tahap II
Dia menambahkan dari 653 kasus aktif ada 606 yang tengah menjalani isolasi mandiri dan 47 yang dirawat di rumah sakit.
"Saat ini Maros masuk zona oranye dengan persentase kasus 22,4 persen. Olehnya itu kita imbau warga untuk senantiasa menerapkan prokes. Tentunya dengan menggunakan masker, mencuci tangan, jaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas," tutupnya.
(luq)
Lihat Juga :