6 Bulan Pascagempa, Warga Sulbar Semakin Tangguh
Jum'at, 06 Agustus 2021 - 05:47 WIB
loading...
Hadir sejak gempa terjadi di Sulawesi Barat di awal tahun 2021, Wahana Visi Indonesia dengan dukungan berbagai pihak telah menjangkau lebih dari 2.000 keluarga di Kabupaten Mamuju dan Majene. Foto Ilustrasi/Ist
A
A
A
MAMUJU - Hadir sejak gempa terjadi di Sulawesi Barat di awal tahun 2021, Wahana Visi Indonesia dengan dukungan berbagai pihak telah menjangkau lebih dari 2.000 keluarga di Kabupaten Mamuju dan Majene . Dengan berbagai pelatihan di bidang pendidikan, kesehatan, kesiapsiagaan bencana hingga ekonomi keluarga agar warga kembali bangkit dan pulih kehidupannya.
Gempa yang terjadi pada 15 Januari 2021 lalu mengakibatkan 19.000 orang mengungsi dan merusak berbagai fasilitas umum, demikian juga rumah-rumah warga. Hingga kini, sebagian sekolah yang rusak berat masih belum dibuka, warga yang rumahnya rusak berat juga masih berjuang untuk membangun kembali.
Baca : Bantuan Perbaikan Fasilitas di Lokasi Gempa Mamuju Terus Berlanjut
"Semangat warga di Mamuju dan Majene untuk kembali bangkit sangat tinggi. Kami melihat optimisme itu sejak awal respon bencana sampai dengan saat ini. Kami didukung oleh para donor dan sponsor dan bekerja sama dengan berbagai pihak sejak fase tanggap darurat, hingga mengadakan berbagai pelatihan untuk warga. Pelatihan untuk membekali warga dengan keterampilan diadakan di bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan anak, hingga kesiapsiagaan bencana. Kami yakin masyarakat kini semakin tangguh dalam menghadapi risiko bencana," kata Direktur Nasional & CEO Wahana Visi Indonesia, Angelina Theodora dalam kegiatan Penutupan Respons Gempa Sulawesi Barat, Kamis (5/8/2021).
WVI bekerja sama dengan Yayasan Karampuang dan Sigap Kerlip di 3 bulan pertama respons di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene. Kerja sama juga dilakukan dengan KKP Sendana di Majene pada bulan ke4 hingga ke-6. Hingga kini, Sebanyak 2.749 keluarga di 4 kecamatan dan 13 desa telah menerima manfaat dari program respons bencana yang dilakukan dengan total 12.637 orang, termasuk 5.645 diantaranya adalah anak-anak.
Gempa yang terjadi pada 15 Januari 2021 lalu mengakibatkan 19.000 orang mengungsi dan merusak berbagai fasilitas umum, demikian juga rumah-rumah warga. Hingga kini, sebagian sekolah yang rusak berat masih belum dibuka, warga yang rumahnya rusak berat juga masih berjuang untuk membangun kembali.
Baca : Bantuan Perbaikan Fasilitas di Lokasi Gempa Mamuju Terus Berlanjut
"Semangat warga di Mamuju dan Majene untuk kembali bangkit sangat tinggi. Kami melihat optimisme itu sejak awal respon bencana sampai dengan saat ini. Kami didukung oleh para donor dan sponsor dan bekerja sama dengan berbagai pihak sejak fase tanggap darurat, hingga mengadakan berbagai pelatihan untuk warga. Pelatihan untuk membekali warga dengan keterampilan diadakan di bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan anak, hingga kesiapsiagaan bencana. Kami yakin masyarakat kini semakin tangguh dalam menghadapi risiko bencana," kata Direktur Nasional & CEO Wahana Visi Indonesia, Angelina Theodora dalam kegiatan Penutupan Respons Gempa Sulawesi Barat, Kamis (5/8/2021).
WVI bekerja sama dengan Yayasan Karampuang dan Sigap Kerlip di 3 bulan pertama respons di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene. Kerja sama juga dilakukan dengan KKP Sendana di Majene pada bulan ke4 hingga ke-6. Hingga kini, Sebanyak 2.749 keluarga di 4 kecamatan dan 13 desa telah menerima manfaat dari program respons bencana yang dilakukan dengan total 12.637 orang, termasuk 5.645 diantaranya adalah anak-anak.
Lihat Juga :