Mamuju Rawan Gempa, PSGS Minta Pemerintah Lakukan Upaya Mitigasi
Sabtu, 18 Juni 2022 - 21:38 WIB
loading...
Ardy Arsyad, Direktur Eksekutif PSGS saat merilis hasil analisis gempa Mamuju, Sabtu (18/6/2022). Foto: SINDOnews/Luqman Zainuddin
A
A
A
MAKASSAR - Pusat Studi Gempa Sulawesi (PSGS) mendorong pemerintah melakukan upaya mitigasi di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Sebab Mamuju termasuk daerah rawan gempa bumi .
Data PSGS, gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Mamuju terjadi dalam siklus waktu tertentu. PSGS mencatat, gempa bumi dengan magnitudo cukup besar pernah terjadi di Mamuju pada tahun 1969, 1972, 1984, 1985, 2012, dan 2021.
Baca juga: BREAKING NEWS! Gempa Terkini Berkekuatan M5,8 Guncang Mamuju, Getaran Terasa hingga Balikpapan
"Gempa terakhir pada 8 Juni 2022, dengan kekuatan 5,8 magnitudo. Gempa berpusat di wilayah laut Mamuju dengan kedalaman 10 kilometer," terang Ardy Arsyad, Direktur Eksekutif PSGS saat merilis hasil analisis gempa Mamuju, Sabtu (18/6/2022) di Kota Makassar.
Menurut Ardy, dari dua gempa yang terjadi pada 15 Januari 2021 dan 8 Juni 2022, menjadi indikasi kerentanan Mamuju terhadap bahaya gempa. Kondisi ini tidak lepas dari letak Mamuju yang dekat dari Sesar Selat Makassar.
Di sisi lain, kondisi geografi Kabupaten Mamuju membuat dampak gempa bisa lebih besar. Menurut Ardy, kontur tanah Ibu Kota Provinsi Sulawesi Barat itu terdiri atas alluvium tebal berupa tanah pasir, dengan kepadatan yang rendah dan lempung lunak.
Data PSGS, gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Mamuju terjadi dalam siklus waktu tertentu. PSGS mencatat, gempa bumi dengan magnitudo cukup besar pernah terjadi di Mamuju pada tahun 1969, 1972, 1984, 1985, 2012, dan 2021.
Baca juga: BREAKING NEWS! Gempa Terkini Berkekuatan M5,8 Guncang Mamuju, Getaran Terasa hingga Balikpapan
"Gempa terakhir pada 8 Juni 2022, dengan kekuatan 5,8 magnitudo. Gempa berpusat di wilayah laut Mamuju dengan kedalaman 10 kilometer," terang Ardy Arsyad, Direktur Eksekutif PSGS saat merilis hasil analisis gempa Mamuju, Sabtu (18/6/2022) di Kota Makassar.
Menurut Ardy, dari dua gempa yang terjadi pada 15 Januari 2021 dan 8 Juni 2022, menjadi indikasi kerentanan Mamuju terhadap bahaya gempa. Kondisi ini tidak lepas dari letak Mamuju yang dekat dari Sesar Selat Makassar.
Di sisi lain, kondisi geografi Kabupaten Mamuju membuat dampak gempa bisa lebih besar. Menurut Ardy, kontur tanah Ibu Kota Provinsi Sulawesi Barat itu terdiri atas alluvium tebal berupa tanah pasir, dengan kepadatan yang rendah dan lempung lunak.
Lihat Juga :