Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Ibu di Tana Toraja Terserang Tumor di Hidung, Kades Bertato Ini Rela Menggendongnya ke RS

loading...
Ibu di Tana Toraja Terserang Tumor di Hidung, Kades Bertato Ini Rela Menggendongnya ke RS
Kades Batualu Selatan, Pradyan Rizky Londong Allo, sepenuh hati membantu warganya yang terserang tumor di hidungnya. Foto/iNews TV/Jufri Tonapa
TANA TORAJA - Dengan penuh kasih sayang, Kades Batualu Selatan, Pradyan Rizky Londong Allo, menggendong seorang ibu berusia 51 tahun, untuk dibawa ke rumah sakit akibat terserang tumor pada hidungnya, dan pembengkakan hati.

Baca juga: Cara Para Kades Lawan Serangan COVID-19 Varian Delta

Ibu yang hidup sebatang kara itu, merupakan warga Kota Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kondisinya sangat memprihatinkan . Ibu tersebut hanya bisa terbaring di tempat tidurnya, karena sakit yang dideritanya.





Terpanggil dengan kondisi memprihatinkan yang dialami warganya, Pradyan langsung menggendong ibu tersebut untuk dibawa ke Rumah Sakit Sinas Kasih Makale, agar segera mendapatkan perawatan medis.

Baca juga: COVID-19 Masih Membahayakan, Camat Siantar Barat Tegas Bubarkan PTM

Ibu yang diketahui bernama Margaretha ini, telah lama mengidap penyakit tumor hidung dan pembengkakan hati. "Ibu ini harus berjuang sendirian untuk melawan penyakitnya, karena dia hidup sendirian," ujar Pradyan.

Kades muda yang menghiasi bagian tubuhnya dengan tato tersebut, tak segan menggendong warganya untuk dibawa ke rumah sakit, dan menguruskan seluruh keperluan adminsitarsinya, termasuk mengurus kartus BPJS kesehatan.

Baca juga: Air Mata Bahagia Menitik di Lanud Adisucipto, 2 Perwira Cantik Jadi Penerbang Militer

Pradyan juga tak canggung mengurusi ibu tersebut, saat mengalami muntah darah. Karena kondisi kesehatan Margaretha menurun, akhirnya dirujuk ke RSUD Wahidin Makassar, agar mendapatkan penanganan medis lanjutan.



Selama ini selain hidup sebatang kara, Margaretha juga dililit kemiskinan . Dia tak memiliki kartu BPJS kesehatan, sehingga tak dapat menikmati layanan kesehatan dengan biaya subsidi dari pemerintah.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top