Para Militer Dibatalkan, Rusia Karantina Ribuan Tentara
Selasa, 21 April 2020 - 09:22 WIB
loading...
Lapangan Merah dengan latar belakang Spasskaya Tower dan Katedral St Basil, di Moskow, Rusia. Foto/REUTERS/Shamil Zhumatov
A
A
A
MOSKOW - Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia mengkarantina ribuan tentaranya, setelah parade militer di Lapangan Merah dibatalkan karena pandemi virus corona Covid-19.
Sebanyak 15.000 tentara direncanakan mengikuti parade bersama peralatan militer pada 9 Mei untuk memperingati 75 tahun kemenangan Uni Soviet pada Perang Dunia II. Para ini selalu digunakan Kremlin untuk memamerkan kekuatan militer dan pengaruh diplomatiknya.
Namun Presiden Rusia Vladimir Putin menunda acara itu pekan lalu tanpa memberikan tanggal yang pasti. Putin menjelaskan, acara Hari Kemenangan, termasuk parade militer penting bagi rakyat Rusia, namun karena wabah corona acara tersebut terlalu berisiko digelar.
Tayangan televisi menunjukkan latihan yang diikuti ribuan tentara berbaris di luar kota Moskow awal bulan ini. Dalam tayangan itu tak ada social distancing dan tak ada yang memakai masker mencegah virus corona.
"Semua tentara yang mengikuti latihan di Moskow akan dikirim kembali ke barak mereka untuk diisolasi selama dua pekan,” kata Kemhan Rusia.
Sebanyak 15.000 tentara direncanakan mengikuti parade bersama peralatan militer pada 9 Mei untuk memperingati 75 tahun kemenangan Uni Soviet pada Perang Dunia II. Para ini selalu digunakan Kremlin untuk memamerkan kekuatan militer dan pengaruh diplomatiknya.
Namun Presiden Rusia Vladimir Putin menunda acara itu pekan lalu tanpa memberikan tanggal yang pasti. Putin menjelaskan, acara Hari Kemenangan, termasuk parade militer penting bagi rakyat Rusia, namun karena wabah corona acara tersebut terlalu berisiko digelar.
Tayangan televisi menunjukkan latihan yang diikuti ribuan tentara berbaris di luar kota Moskow awal bulan ini. Dalam tayangan itu tak ada social distancing dan tak ada yang memakai masker mencegah virus corona.
"Semua tentara yang mengikuti latihan di Moskow akan dikirim kembali ke barak mereka untuk diisolasi selama dua pekan,” kata Kemhan Rusia.
Lihat Juga :