alexametrics

Hasil Rapid Test Pasar Tradisional di Blora, 6 Orang Reaktif Corona

loading...
Hasil Rapid Test Pasar Tradisional di Blora, 6 Orang Reaktif Corona
Rapid test diikuti pedagang dan pengunjung di pasar tradisional di Blora.Foto/iNews TV/Taufik Budi
A+ A-
BLORA - Sebanyak enam orang dinyatakan reaktif virus Corona (COVID-19) setelah menjalani rapid test massal di pasar tradisional, Blora, Jawa Tengah. Pedagang maupun pengunjung diminta berbaris mengantre untuk menjalani rapid test.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Lilik Hernanto menyampaikan, rapid test di fasilitas-fasilitas umum akan gencar dilaksanakan. Untuk hari ini, rapid test massal digelar di Pasar Rakyat Wulung dan Ngawen, masing-masing disediakan 100 alat.

“Selain di Pasar Wulung ini, acara serupa juga kita lakukan di Pasar Ngawen, hal ini sebagai bukti nyata pemkab untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona,” ujar Lilik Hernanto di sela pelaksanaan rapid test di Pasar Wulung, Kamis (28/5/2020).



“Kami akan selalu berkoordinasi dengan Bapak Bupati sebagai ketua GTPP ( Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19), untuk menggencarkan acara rapid test ini, terutama di fasum maupun fasilitas pelayanan yang ada,” tambahnya.

Dia menjelaskan, bagi warga yang dinyatakan reaktif diminta isolasi diri secara mandiri di rumah. Sedangkan untuk memastikan jenis virus atau terpapar COVID-19 akan dilakukan pemeriksaan berikutnya berupa swab test.

“Hasilnya setelah dilakukan rapid test massal, di Pasar Wulung ada 70 orang yang dirapid test, hasilnya ada 2 orang reaktif. Sedangkan Pasar Ngawen berdasarkan laporan yang masuk ada 59 orang yang dirapid, hasilnya ada 4 yang reaktif,” beber Lilik.

Selain di fasilitas umum, rapid test juga akan dilakukan kepada tenaga medis, paramedis , dan tenaga kesehatan lainnya baik di puskesmas dan rumah sakit. Selain itu, petugas yang bertugas dalam penanganan Corona, sebab mereka berisiko tertular.
(zil)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak