Kematian Akibat COVID-19 di Jawa Timur Tembus 21.012 Kasus
Selasa, 03 Agustus 2021 - 05:11 WIB
loading...
A
A
A
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Jatim, Covid-19 Jatim, dr. Makhyan Jibril mengakui saat ini banyak pasien COVID-19 yang meninggal dunia ketika menjalani isoman atau perawatan mandiri. Baca: Stok Vaksin COVID-19 di Surabaya Habis, Dinkes Nunggu Kiriman dari Pusat.
Namun begitu, dirinya tidak mengetahui angka detail jumlahnya secara pasti. "Pasien isoman di rumah tetap memerlukan perhatian. Terutama dalam tata cara pengobatan yang sesuai dengan anjuran dokter," katanya.
Ketua Rumpun Kuratif Satgas Penanganan COVID-19 Jatim dr Joni Wahyuhadi mengungkapkan, salah satu penyebab tingginya angka kematian COVID-19 adalah terlambat mendapat penanganan. Sehingga, pasien tersebut meninggal ketika di Unit Gawat Darurat (UGD). Baca Juga: Gara-gara Kesepian Ditinggal Istri, Pria di Pasuruan Nekat Culik dan Cabuli Bocah SD.
“Banyak pasien COVID-19 yang datang ke rumah sakit dengan saturasi oksigennya dibawah 90. Sementara di UGD mereka masih antre," ujar Joni.
Namun begitu, dirinya tidak mengetahui angka detail jumlahnya secara pasti. "Pasien isoman di rumah tetap memerlukan perhatian. Terutama dalam tata cara pengobatan yang sesuai dengan anjuran dokter," katanya.
Ketua Rumpun Kuratif Satgas Penanganan COVID-19 Jatim dr Joni Wahyuhadi mengungkapkan, salah satu penyebab tingginya angka kematian COVID-19 adalah terlambat mendapat penanganan. Sehingga, pasien tersebut meninggal ketika di Unit Gawat Darurat (UGD). Baca Juga: Gara-gara Kesepian Ditinggal Istri, Pria di Pasuruan Nekat Culik dan Cabuli Bocah SD.
“Banyak pasien COVID-19 yang datang ke rumah sakit dengan saturasi oksigennya dibawah 90. Sementara di UGD mereka masih antre," ujar Joni.
(nag)
Lihat Juga :