Menanti Tetes Hujan di Masa Panen Kopi Pungkasan Petani Blitar Lereng Kawi
Senin, 02 Agustus 2021 - 01:52 WIB
loading...
A
A
A
Warga menyebutnya Sungai Genjong. Bermata air dari Gunung Kawi. Di sebelahnya mengalir anak sungai Cici, dan Sungai Ngalijo. Deretan bukit yang menjulang memisahkan posisi ketiga sungai. Sejak tahun 2018, air sungai yang jernih sering tiba-tiba keruh, berbusa sekaligus berbau busuk. Lalu pada batu-batu sungai, menempel kotoran sapi yang tidak ikut terseret arus air.
Kotoran yang diduga berasal dari limbah kotoran sapi milik PT Greenfields Indonesia. Menurut Kinan, selain cengkeh, kopi menjadi tanaman utama warga Desa Sumberurip. Luas perkebunan kopi milik warga mencapai 160 hektar. Perkebunan yang sudah ada sejak era kolonial Belanda. Sejak tahun 2012. Melalui jalan panjang reforma agraria, tanah negara seluas 280 hektar dengan 160 hektar diantaranya perkebunan kopi , menjadi milik 350 kepala keluarga.
Baca juga: Kebelet Cinta, Duda 3 Anak Culik Wanita Cantik Istri Orang Lalu Disembunyikan di Ladang
"Sejak tahun 2012, 90 % tanaman kopi robusta yang ada diganti tanaman kopi baru," terang Kinan. Panen raya berlangsung bulan Mei-Juni. Selama 10-14 hari, petani menikmati masa petik. Di atas lahan seluas setengah hektar, tanaman kopi yang terawat baik, kata Kinan mampu menghasilkan biji kopi hingga dua ton. Tanaman yang dibiarkan begitu saja, masih menghasilkan setengah ton biji kopi .
"Yang dimaksud terawat baik itu pemupukannya betul-betul diperhatikan," terang Kinan. Petani memakai pupuk kandang yang berasal dari kotoran kambing dan sapi. Di wilayah Kecamatan Doko, setiap rumah warga rata-rata memiliki ternak 5-10 ekor kambing. Tidak sedikit yang mempunyai 30-50 ekor kambing. Kebutuhan pakan ternak cukup dipenuhi dari tanaman naungan di kebun kopi. Yakni tanaman gamal dan lamtoro.
Panen kopi berlangsung dua kali dalam setahun. Pada pertengahan Juli sampai awal Agustus ini, kata Kinan memasuki masa panen kopi kedua. Hasil yang didapat tidak sebesar panen raya pertama (Mei-Juni). Petani menyebut sebagai panen pungkasan atau terakhir. Setelah itu tanaman kopi kembali memasuki siklus berbunga dan berbuah. Pada proses ini dibutuhkan hujan untuk merontokkan bunga kopi.
Baca juga: Tak Terima Ponakannya yang Cantik Dipacari Pria Tua, Paman Habisi Pacar Ponakan
Kotoran yang diduga berasal dari limbah kotoran sapi milik PT Greenfields Indonesia. Menurut Kinan, selain cengkeh, kopi menjadi tanaman utama warga Desa Sumberurip. Luas perkebunan kopi milik warga mencapai 160 hektar. Perkebunan yang sudah ada sejak era kolonial Belanda. Sejak tahun 2012. Melalui jalan panjang reforma agraria, tanah negara seluas 280 hektar dengan 160 hektar diantaranya perkebunan kopi , menjadi milik 350 kepala keluarga.
Baca juga: Kebelet Cinta, Duda 3 Anak Culik Wanita Cantik Istri Orang Lalu Disembunyikan di Ladang
"Sejak tahun 2012, 90 % tanaman kopi robusta yang ada diganti tanaman kopi baru," terang Kinan. Panen raya berlangsung bulan Mei-Juni. Selama 10-14 hari, petani menikmati masa petik. Di atas lahan seluas setengah hektar, tanaman kopi yang terawat baik, kata Kinan mampu menghasilkan biji kopi hingga dua ton. Tanaman yang dibiarkan begitu saja, masih menghasilkan setengah ton biji kopi .
"Yang dimaksud terawat baik itu pemupukannya betul-betul diperhatikan," terang Kinan. Petani memakai pupuk kandang yang berasal dari kotoran kambing dan sapi. Di wilayah Kecamatan Doko, setiap rumah warga rata-rata memiliki ternak 5-10 ekor kambing. Tidak sedikit yang mempunyai 30-50 ekor kambing. Kebutuhan pakan ternak cukup dipenuhi dari tanaman naungan di kebun kopi. Yakni tanaman gamal dan lamtoro.
Panen kopi berlangsung dua kali dalam setahun. Pada pertengahan Juli sampai awal Agustus ini, kata Kinan memasuki masa panen kopi kedua. Hasil yang didapat tidak sebesar panen raya pertama (Mei-Juni). Petani menyebut sebagai panen pungkasan atau terakhir. Setelah itu tanaman kopi kembali memasuki siklus berbunga dan berbuah. Pada proses ini dibutuhkan hujan untuk merontokkan bunga kopi.
Baca juga: Tak Terima Ponakannya yang Cantik Dipacari Pria Tua, Paman Habisi Pacar Ponakan
Lihat Juga :