Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Siap Dikritik, Ridwan Kamil Ajak Mahasiswa Kolaborasi Atasi Pandemi

loading...
Siap Dikritik, Ridwan Kamil Ajak Mahasiswa Kolaborasi Atasi Pandemi
Gubernur Jabar Ridwan Kamil
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) mengajak mahasiswa kolaborasi atasi pandemi. Mereka bisa memberikan sumbangsih pikiran atau menjadi relawan dalam mengatasi pandemi Covid-19 di Jawa Barat.

Emil mempersilahkan berbagai pihak seperti mahasiswa untuk mengkritisi dirinya khususnya terkait penanganan covid-19. Emil mengaku tidak keberatan dengan berbagai koreksi tersebut asalkan dilakukan secara sopan dan berbasis data.

Demikian disampaikan Emil saat menggelar diskusi tentang PPKM dengan berbagai organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung plus. "Saya tidak masalah dikritik, yang penting sopan santun dalam memberikan kritik dan berbasis data," katanya, Selasa (27/7/2021).

Dia mengaku, kritik yang dilakukan terhadap pemerintah sering tidak faktual terutama yang membandingkan dengan kondisi di luar negeri. Menurutnya, situasi di negara lain yang sering disampaikan para pengkritik sering tidak sesuai dengan faktanya.



Baca juga: Ngobrol Bareng Atlet Angkat Berat Windy, Ridwan Kamil Kepo Soal Nikah hingga Prestasi

"Singapura buktinya Singapura sekarang lockdown. Dulu Vietnam dipuji-puji, sekarang Vietnam keteteran baru mau vaksin. Lihat Euro (sepakbola Piala Eropa), sirik. Dengan situasi ini harus dipahami," ujar dia.

Dalam kesempatan itu, Emil juga menjawab persentrase vaksinasi di Jawa Barat yang masih rendah karena ketersediaan vaksin yang sedikit namun memiliki penduduk yang paling banyak.

"Kita harus tabayun kalau melihat angka-angka di media. (Vaksinasi) memang rendah, karena dikasihnya untuk 5 juta manusia. Kalau persentase, kami pasti kecil karena dibandingkannya dengan 50 juta manusia," ujarnya.

Ridwan Kamil mengajak mahasiswa untuk melakukan aksi nyata dalam membantu menangani pandemi ini seperti menjadi relawan. Terlebih, menurutnya persoalan kesehatan ini merupakan masalah bersama sehingga tidak bisa jika hanya mengandalkan pemerintah.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top