Dukung Program Digitalisasi Pendidikan, Zyrex Siap Produksi Laptop Merah Putih
Senin, 26 Juli 2021 - 18:59 WIB
loading...
A
A
A
Tak hanya bergerak dibidang Digitalisasi Pendidikan, ZYREX juga bergerak dibidang Digitalisasi Perkantoran, Digitalisasi Rumah dan Digitalisasi Industri . "Dengan produk, seperti komputer, laptop, Tablet, server, Interactive Kiosk and Smart-Whiteboard, Internet of Things, Smart
Home dan Smart Office,"kata Timothy.
Dijelskan, selama 25 tahun sebagai perusahaan Teknologi Dalam Negeri, Zyrex sudah berhasil menjadi kebanggaan Industri Teknologi di Indonesia, serta menjadi pelopor dalam mempersempit Jenjang Digital yang pernah terjadi di Indonesia dan berharap bisa melangkah ke depan mempersiapkan Indonesia menghadapi Revolusi Industri 4.0. Baca: PPKM Level 4 Berlanjut, Polisi Waspadai Sampah Medis Pasien Isoman.
"Dengan demikian, harapan dengan adanya program Digitalisasi Pendidikan dapat meningkatkan minat belanja terhadap Produk Dalam Negeri (PDN) dibidang pendidikan, khususnya dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi yang masih rendah dibanding produk impor," harapnya.
Sementera Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim sebelumnya menyampaikan, pihaknya akan menyegarakan distribusi laptop untuk semua lini institusi pendidikan.
“Pemerintah pusat sudah menganggarkan Rp1,3 triliun untuk pengadaan awal laptop sebanyak 190 ribu laptop untuk dikirim ke seluruh Indonesia. Selain itu, melalui dana alokasi khusus pendidikan di tingkat provinsi, kabupaten dan kota akan ada pengadaan 240 ribu laptop,” pungkasnya. Baca Juga: Bantuan PKH Tak Merata, Kartu KPM Diduga Dikuasai Oknum Pendamping Desa.
Home dan Smart Office,"kata Timothy.
Dijelskan, selama 25 tahun sebagai perusahaan Teknologi Dalam Negeri, Zyrex sudah berhasil menjadi kebanggaan Industri Teknologi di Indonesia, serta menjadi pelopor dalam mempersempit Jenjang Digital yang pernah terjadi di Indonesia dan berharap bisa melangkah ke depan mempersiapkan Indonesia menghadapi Revolusi Industri 4.0. Baca: PPKM Level 4 Berlanjut, Polisi Waspadai Sampah Medis Pasien Isoman.
"Dengan demikian, harapan dengan adanya program Digitalisasi Pendidikan dapat meningkatkan minat belanja terhadap Produk Dalam Negeri (PDN) dibidang pendidikan, khususnya dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi yang masih rendah dibanding produk impor," harapnya.
Sementera Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim sebelumnya menyampaikan, pihaknya akan menyegarakan distribusi laptop untuk semua lini institusi pendidikan.
“Pemerintah pusat sudah menganggarkan Rp1,3 triliun untuk pengadaan awal laptop sebanyak 190 ribu laptop untuk dikirim ke seluruh Indonesia. Selain itu, melalui dana alokasi khusus pendidikan di tingkat provinsi, kabupaten dan kota akan ada pengadaan 240 ribu laptop,” pungkasnya. Baca Juga: Bantuan PKH Tak Merata, Kartu KPM Diduga Dikuasai Oknum Pendamping Desa.
(nag)
Lihat Juga :