Warga Simomulyo Baru Terapkan New Normal Melalui GBT, Apa itu?
Kamis, 28 Mei 2020 - 11:20 WIB
loading...
Simomulyo Baru mulai menerapkan Gerakan Belanja ke Tetangga yang dipelopori oleh Gugus Tugas dan Pengurus RT 6 RW 4. Foto/Ist
A
A
A
SURABAYA - Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Surabaya Raya jilid III, tidak membatasi inovasi warga dalam pemberdayaan ekonomi. Khususnya bergotong-royong dalam menjaga tingkat kesejahteraan masyarakat di lingkungan RT.
(Baca juga: 10 Hari PSBB Malang Raya, 4.589 Kendaraan Dipaksa Putar Balik )
Salah satunya melalui Gerakan Belanja ke Tetangga (GBT) yang dipelopori oleh Gugus Tugas dan Pengurus RT 6 RW 4, Kelurahan Simomulyo Baru, Kecamatan Sukomanunggal, Kota Surabaya.
Ketua Gugus Tugas RT 6, Muchamad Nur Romadhon menjelaskan, ide GBT ini dinilai cukup efektif. Warga kampung bisa membeli kebutuhan pokok, gas elpiji, pulsa HP, maupun servis kendaraan di tetangga sendiri. "Jadi tidak perlu keluar dari wilayah RT," katanya, Kamis (28/5/2020).
Pria yang akrab disapa Nur ini menjelaskan, GBT merupakan cara agar pemberdayaan ekonomi warga kampung tetap berjalan. Selain itu, langkah tersebut turut membantu pemerintah dalam penerapan The New Normal.
(Baca juga: 10 Hari PSBB Malang Raya, 4.589 Kendaraan Dipaksa Putar Balik )
Salah satunya melalui Gerakan Belanja ke Tetangga (GBT) yang dipelopori oleh Gugus Tugas dan Pengurus RT 6 RW 4, Kelurahan Simomulyo Baru, Kecamatan Sukomanunggal, Kota Surabaya.
Ketua Gugus Tugas RT 6, Muchamad Nur Romadhon menjelaskan, ide GBT ini dinilai cukup efektif. Warga kampung bisa membeli kebutuhan pokok, gas elpiji, pulsa HP, maupun servis kendaraan di tetangga sendiri. "Jadi tidak perlu keluar dari wilayah RT," katanya, Kamis (28/5/2020).
Pria yang akrab disapa Nur ini menjelaskan, GBT merupakan cara agar pemberdayaan ekonomi warga kampung tetap berjalan. Selain itu, langkah tersebut turut membantu pemerintah dalam penerapan The New Normal.
Lihat Juga :