Jelang New Normal, Pemkab Pasuruan Bentuk Desa Kebal COVID-19
Kamis, 28 Mei 2020 - 10:36 WIB
loading...
A
A
A
"Semua harus jalan, kompak dan tidak ada rasa iri atau kecemburuan dalam bentuk apapun. Sama-sama bertekad untuk menjaga desa masing-masing agar terhindar dari COVID-19. Kalaupun ada warga yang menjadi terdampak COVID-19, jangan sampai dikucilkan, tapi diperhatikan," terangnya.
Untuk Satgas Kesehatan, setiap petugas maupun relawan harus intens mengawasi setiap warga yang terindikasi COVID-19, sehingga bisa diatasi dengan gerak cepat dan tak terlambat. Begitu pula dengan Satgas Keamanan yang ikut andil dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, mengingatkan setiap warga yang terlihat di luar rumah agar senantiasa mentaati anjuran pemerintah, seperti physical and social dictancing, memakai masker dan aturan lainnya.
Juga dengan Satgas ekonomi dan sosial yang harus bisa melakukan berbagai cara agar warganya survive dan mandiri selama pandemic berlangsung.
"Saya ambil contoh yang sangat sederhana. Dulu ada yang Namanya jimpitan beras. Yakni setiap warga mengumpulkan beras satu gelas setiap hari. Kalau ditelateni bakal jadi banyak dan berguna untuk warga yang lagi kesusahan menghadapi COVID-19. Kalau dalam hal pertanian, ada KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) dengan menanam sayur dengan media hidroponik. Ini salah satu kegiatan yang bisa dilakukan supaya desa dan masyarakat juga tangguh dalam menghadapi COVID-19," jelasnya.
Selain Satgas, peran penting Ketua RT dan Ketua RW dalam menggerakkan seluruh warga dalam menerapkan New Normal, sangat dibutuhkan. Ini semata-mata untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya menjaga diri dan keluarga dari COVID-19.
"Kemampuan RT dan RW dalam implementasi di lapangan juga harus jalan. Kemampuan upaya pencegahan, edukasi, kewaspadaan social and physical distancing juga harus jalan. Kalau sudah jalan, maka untuk menciptakan keluarga yang berdaya melawan COVID-19, juga pasti berhasil," tegas orang nomor satu di Kabupaten Pasuruan ini.
Untuk Satgas Kesehatan, setiap petugas maupun relawan harus intens mengawasi setiap warga yang terindikasi COVID-19, sehingga bisa diatasi dengan gerak cepat dan tak terlambat. Begitu pula dengan Satgas Keamanan yang ikut andil dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, mengingatkan setiap warga yang terlihat di luar rumah agar senantiasa mentaati anjuran pemerintah, seperti physical and social dictancing, memakai masker dan aturan lainnya.
Juga dengan Satgas ekonomi dan sosial yang harus bisa melakukan berbagai cara agar warganya survive dan mandiri selama pandemic berlangsung.
"Saya ambil contoh yang sangat sederhana. Dulu ada yang Namanya jimpitan beras. Yakni setiap warga mengumpulkan beras satu gelas setiap hari. Kalau ditelateni bakal jadi banyak dan berguna untuk warga yang lagi kesusahan menghadapi COVID-19. Kalau dalam hal pertanian, ada KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) dengan menanam sayur dengan media hidroponik. Ini salah satu kegiatan yang bisa dilakukan supaya desa dan masyarakat juga tangguh dalam menghadapi COVID-19," jelasnya.
Selain Satgas, peran penting Ketua RT dan Ketua RW dalam menggerakkan seluruh warga dalam menerapkan New Normal, sangat dibutuhkan. Ini semata-mata untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya menjaga diri dan keluarga dari COVID-19.
"Kemampuan RT dan RW dalam implementasi di lapangan juga harus jalan. Kemampuan upaya pencegahan, edukasi, kewaspadaan social and physical distancing juga harus jalan. Kalau sudah jalan, maka untuk menciptakan keluarga yang berdaya melawan COVID-19, juga pasti berhasil," tegas orang nomor satu di Kabupaten Pasuruan ini.
Lihat Juga :