Kebijakan PPKM Tak Jelas, Pelaku Usaha Sektor Wisata Kibarkan Bendera Putih
Minggu, 25 Juli 2021 - 21:20 WIB
loading...
Seroang pelaku usaha di kawasan wisata Pacet, Mojokerto mengibarkan bendera putih.Foto/SINDOnews/Tritus Julan.
A
A
A
MOJOKERTO - Masyarakat Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Mojokerto di lereng gunung Penanggungan mengibarkan bendera putih . Aksi ini sebagai bentuk protes atas kebijakan pemerintah yang tak berpihak pada pelaku usaha di sektor pariwisata di tengah pemberlakukan kebijakan PPKM.
Pengibaran bendera putih ini dilakukan para pelaku usaha di kawasan wisata Air Panas Padusan Kecamatan Pacet, wisata Taman Ghanjaran, Sumber Gempong, Kecamatan Trawas, dan percandian Kecamatan Trowulan. Pengibaran bendera putih sebagai simbol menyerah ini juga berlanjut ke kecamatan lain di wilayah Kabupaten Mojokerto.
Diantaranya, area wisata air Lebak Jabung, Kecamatan Jatirejo, wisata Waduk Tanjungan, Kecamatan Kemlagi, wisata Bukit Kayu Putih, Kecamatan Dawarblandong. Aksi ini dimulai sejak Sabtu (24/7) hingga hari ini Minggu (25/7/2021).
Baca juga: Laboratorium SMP Muhammadiyah Ponorogo Ludes Terbakar
"Kami mengetuk pintu hati Bupati Mojokerto, mengetuk pintu hati Presiden Jokowi karena kami bagian dari masyarakat Indonesia yang amat sangat terdampak langsung secara ekonomi dari adanya kebijakan penutupan usaha-usaha kami ini," kata Koordinator Lapangan (Korlap) aksi Wiwit Haryono.
Pengibaran bendera putih ini dilakukan para pelaku usaha di kawasan wisata Air Panas Padusan Kecamatan Pacet, wisata Taman Ghanjaran, Sumber Gempong, Kecamatan Trawas, dan percandian Kecamatan Trowulan. Pengibaran bendera putih sebagai simbol menyerah ini juga berlanjut ke kecamatan lain di wilayah Kabupaten Mojokerto.
Diantaranya, area wisata air Lebak Jabung, Kecamatan Jatirejo, wisata Waduk Tanjungan, Kecamatan Kemlagi, wisata Bukit Kayu Putih, Kecamatan Dawarblandong. Aksi ini dimulai sejak Sabtu (24/7) hingga hari ini Minggu (25/7/2021).
Baca juga: Laboratorium SMP Muhammadiyah Ponorogo Ludes Terbakar
"Kami mengetuk pintu hati Bupati Mojokerto, mengetuk pintu hati Presiden Jokowi karena kami bagian dari masyarakat Indonesia yang amat sangat terdampak langsung secara ekonomi dari adanya kebijakan penutupan usaha-usaha kami ini," kata Koordinator Lapangan (Korlap) aksi Wiwit Haryono.
Lihat Juga :