alexametrics

New Normal Kota Lubuklinggau, Orangtua Belum Izinkan Anaknya Masuk Sekolah

loading...
New Normal Kota Lubuklinggau, Orangtua Belum Izinkan Anaknya Masuk Sekolah
Terkait rencana Pemkot Lubuklinggau akan mulai menerapkan New Normal dengan membuka tempat ibadah dan sekolah per 1 juni mendatang menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat terutama ibu-ibu. Foto/SINDOnews/Era Neizma
A+ A-
LUBUKLINGGAU - Terkait rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau akan mulai menerapkan New Normal seperti halnya dilakukan pemerintah pusat dengan membuka tempat ibadah dan sekolah per 1 juni mendatang menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat terutama ibu-ibu yang belum mau mengizinkan anak-anaknya masuk sekolah.

Menurut Retty salah satu wali murid di Kota Lubuklinggau mengatakan sangat tidak setuju anak-anak sudah akan masuk sekolah per 1 Juni nanti, terutama di tingkat sekolah dasar (SD) dan taman kanak-kanak (TK) karena seusia mereka belum mengerti tentang protokol COVID-19. Apalagi sekarang ini Kota Lubuklinggau sudah menjadi daerah pandemi. (Baca juga: Pemerintah Benahi Dulu Masalah Dasar Penanganan COVID-19 Sebelum Bicara New Normal)

Kata dia untuk sementara ini biarkan anak-anak sekolah dari rumah melalui online agar memutus mata rantai COVID-19. “Saya dan bapaknya anak-anak sudah sepakat untuk tidak mengizinkan anak-anak sekolah sampai wabah COVID-19 benar-benar nihil, karena bagi saya kesehatan anak-anak lebih berharga daripada nilai rapor,” ujar Retty yang anaknya bersekolah di SD Alam Insan Mulia, kamis (28/5/2020).

Ditambahkan Retty, ia tetap berharap semoga Pemkot Lubuklinggau membatalkan kebijakan untuk masuk sekolah per 1 Juni nanti.



Hal senada juga disampaikan oleh Nekno Ani, ia tetap tidak menyetujui sekolah akan dibuka per 1 Juni ini. Oleh karenanya, ia baru akan menyuruh cucunya untuk masuk sekolah tahun ajaran baru nanti.

Selain itu di media sosial (medsos) beredar angket dan petisi yang menyatakan sekolah sebaiknya belum dibuka hingga penyebaran COVID-19 benar-benar pulih. Dan rata-rata diisi oleh ibu-ibu yang belum mengizinkan anaknya untuk masuk sekolah.

Sedangkan salah satu Kepala SMP Negeri 1 di Kota Lubuklinggau, Yani Jinawar mengatakan bahwa terkait dengan New Normal, apabila sekolah akan mulai di buka maka langkah yang diambil oleh pihak sekolah adalah dengan menyiapkan alat thermogun dibeberapa titik, jadi setiap anak yang akan masuk ke lingkungan sekolah di cek suhu tubuhnya. Kemudian anak-anak diharuskan memakai masker sejak mulai dari rumah dan tidak boleh di lepas selama mengikuti pelajaran.

“Kita himbau dengan orangtua murid untuk mengingatkan anaknya agar memakai masker sejak dari rumah," ujarnya.

Sedangkan untuk pola belajar mengajar setiap kelas anak-anak akan belajar sesuai dengan protokol kesehatan, tetap menjaga jarak, selalu mencuci tangan sebelum masuk dan setelah usai belajar.

“Kita akan menyiapkan tempat cuci tangan disetiap kelas, dan di dalam kelas anak-anak tidak boleh melepas masker selama mengikut pelajaran,” katanya.

Diketahui sebelumnya, Wali Kota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe menyampaikan setelah ditelaah, Kamis (28/5/2020) besok pihaknya akan melakukan rapat lintas sektoral membahas teknis pelaksanaan New Normal.

"Setelah rapat dengan semua pihak nanti Sabtu dan Minggu, hasilnya akan kita sosialisasikan insya Allah, Senin pola kehidupan baru akan dimulai," kata Nanan pada wartawan, Rabu (27/5/2020).

Ia menyebutkan, artinya mulai Senin mendatang masjid-masjid di Kota Lubuklinggau akan mulai dibuka kembali untuk melaksanakan ibadah berjamaah. "Namun tetap harus menggunakan protokol kesehatan. Nanti dimasjid itu ada tempat cuci tangan, masing-masing harus pegang hand sanitizer, semua orang pakai masker, dan masjid juga menyiapkan thermo gun," jelasnya.

Lalu sekolah-sekolah di Kota Lubuklinggau juga akan dibuka kembali, untuk anak-anak sekolah akan diatur ketentuannya mulai dari harus pakai masker, sekolah menyediakan tempat cuci tangan dan tempat duduk harus berjarak. (Baca: Turnamen Sepakbola Tarkam Berujung Bentrok Warga di Tebo Jambi)

"Akan tetapi untuk sekolah ini kita masih menunggu instruksi dari pusat dan koordinasi dengan Disdik, teknisnya seperti apa kita tunggu saja," ucapnya.
(kri)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak