Makna Berkurban, KH Khariri Makmun: Korbankan Ego untuk Kepentingan Bersama
Jum'at, 23 Juli 2021 - 10:26 WIB
loading...
A
A
A
"Misalnya dalam masa pandemi ini ada yang positifCOVID-19, tapi dia tetap beraktifitas diluar sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG). Itukanbisa menularkan kepada orang lain yang rentan atau imunitasnya lemah.Itu juga bagian dari sifat-sifat egoisme yang akan berakibat membahayakan orang lain," tuturnya.
Lebih lanjut, Khariri mengatakan bahwa di dalam hadist nabi juga dinyatakan, kalau sudah keluarmenuju keruang publik,maka seseorang akan terkena aturan-aturan publik.Nabi menegaskan‘ladhararawaladhirara‘ yang artinya ‘jangan membahayakan diri dan orang lain’.Ini menjadipesan penting ketika di masa pandemisekarang ini.
"Kita harus mampu menahan sifat-sifat ego kita ini agar bisa menyelamatkan orang lain. Tidak terkecuali misalnya dengan menghadapi serangan virus radikalisme. Penting juga agar para OTG virus radikalisme ini jangan sampai menyebarkanpaham-paham radikal itukepada yang lain juga," jelasWakil Direktur Eksekutif Internasional Conference of Islamic Scholar (ICIS).
Selain itu,iamenyampaikan agar seluruh tokoh-tokoh agama harus bisa menjadikan momentum hari raya untuk edukasi untuk memberikan pencerahan terhadap umat.Apalagi filosofidan makna dari setiap hari-hari besaradalahmeningkatkan ketaatan kepada Allah. Hal itubermakna agarmanusiabisa hidup dengan memberikan kehidupan yang lebih baik dalam dimensi sosial.
Terlebih, menurut Khariri,hal itu juga bisa meningkatkan kedisiplinan antar sosial, sehingga dapat tumbuh rasa empati terhadap orang lain yang memunculkan ketaatan dan kedisiplinan dalam aturan yang sudah dibuatpemerintah.
"Kita harus sadar bahwa aturan ini dalam rangka untuk menyelamatkanbangsa. Dan itumenjaditugas dan kewajiban yang harus dilakukan oleh para tokoh agama termasuk para ulama dan kiai untuk memberikan edukasi seperti dalam mimbar-mimbar khutbah Idul Adha kemarin," terangnya.
Lebih lanjut, Khariri mengatakan bahwa di dalam hadist nabi juga dinyatakan, kalau sudah keluarmenuju keruang publik,maka seseorang akan terkena aturan-aturan publik.Nabi menegaskan‘ladhararawaladhirara‘ yang artinya ‘jangan membahayakan diri dan orang lain’.Ini menjadipesan penting ketika di masa pandemisekarang ini.
"Kita harus mampu menahan sifat-sifat ego kita ini agar bisa menyelamatkan orang lain. Tidak terkecuali misalnya dengan menghadapi serangan virus radikalisme. Penting juga agar para OTG virus radikalisme ini jangan sampai menyebarkanpaham-paham radikal itukepada yang lain juga," jelasWakil Direktur Eksekutif Internasional Conference of Islamic Scholar (ICIS).
Selain itu,iamenyampaikan agar seluruh tokoh-tokoh agama harus bisa menjadikan momentum hari raya untuk edukasi untuk memberikan pencerahan terhadap umat.Apalagi filosofidan makna dari setiap hari-hari besaradalahmeningkatkan ketaatan kepada Allah. Hal itubermakna agarmanusiabisa hidup dengan memberikan kehidupan yang lebih baik dalam dimensi sosial.
Terlebih, menurut Khariri,hal itu juga bisa meningkatkan kedisiplinan antar sosial, sehingga dapat tumbuh rasa empati terhadap orang lain yang memunculkan ketaatan dan kedisiplinan dalam aturan yang sudah dibuatpemerintah.
"Kita harus sadar bahwa aturan ini dalam rangka untuk menyelamatkanbangsa. Dan itumenjaditugas dan kewajiban yang harus dilakukan oleh para tokoh agama termasuk para ulama dan kiai untuk memberikan edukasi seperti dalam mimbar-mimbar khutbah Idul Adha kemarin," terangnya.
Lihat Juga :