Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

3 Kecamatan di Bandung Barat Rawan Kekeringan, Ini yang Dilakukan BPBD

loading...
3 Kecamatan di Bandung Barat Rawan Kekeringan, Ini yang Dilakukan BPBD
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), KBB, Duddy Prabowo. Foto/Dok.MPI
BANDUNG BARAT - Memasuki musim kemarau , tiga kecamatan di Kabupaten Bandung Barat (KBB), menjadi daerah yang rawan mengalami kekeringan . Pasalnya di daerah tersebut banyak terdapat permukiman padat penduduk, sementara ketersediaan air baku terbatas sehingga saat kemarau air akan sulit diperoleh.

Baca juga: Peneliti Beberkan Penyebab Sebagian Besar Sungai di Bumi Mengering

"Tiga kecamatan yang kami waspadai terjadi bencana kekeringan akibat musim kemarau adalah Kecamatan Ngamprah, Padalarang, dan Cipatat," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), KBB, Duddy Prabowo, Kamis (22/7/2021).



Duddy menyebutkan, wilayah Kecamatan Ngamprah, Cipatat, dan Padalarang, masuk daerah rawan kekeringan . Sebab berdasarkan rekam jejak dari tahun-tahun sebelumnya, setiap musim kemarau tiga daerah itu memang sering terjadi mengalami krisis air bersih.

Baca juga: Tangis Pekerja Migran Tertumpah di Ruang Karantina, Saat Bayi Perempuannya Terlahir Normal



Untuk itu dirinya meminta masyarakat agar selalu waspada di saat musim kemarau tiba seperti sekarang ini. BPBD KBB juga telah berkoordinasi dengan Pemprov Jabar dan BMKG Bandung. Diperoleh informasi jika saat ini musim hujan sudah mulai berakhir, walaupun di Mei sampai Juni masih ada curah hujan namun dengan intensitas ringan.

"Kami sudah melakukan rakor tiga minggu ke belakang dengan provinsi terkait dengan penetapan status. Mengingat diakhir Juni hingga Juli ini sudah masuk ke kemarau yang harus dilakukan antisipasi kekeringan," tuturnya.

Baca juga: Ssst...Hamil di Luar Nikah, Ratusan Remaja di Musi Rawas Ajukan Dispensasi Nikah

Pihaknya tengah menunggu keputusan dari provinsi soal penetapan status siaga kekeringan yang akan dilakukan secara berjenjang untuk ditindaklanjuti setiap kabupaten/kota. Yang juga harus diantisipasi saat musim kemarau adalah potensi terjadinya kebakaran hutan, lahan kosong, serta permukiman warga.



"Masyarakat harus waspada karena sudah dua pekan terakhir tidak turun hujan. Kalau nantinya ada wilayah yang kekurangan air bersih , silahkan laporkan ke kami untuk ditindaklanjuti dengan pengiriman tanki air," pungkasnya.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top