Banjir Sukabumi Renggut Korban Jiwa, Gibran Minta Warga di Pinggir Sungai Direlokasi
Sabtu, 08 Maret 2025 - 17:32 WIB
loading...
Wapres Gibran bersama Wamen PU meninjau lokasi banjir di Palabuhanratu Sukabumi. Foto/SindoNews
A
A
A
SUKABUMI - Bencana banjir bandang yang melanda Kampung Gumelar, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi merenggut korban jiwa. Seorang ibu dan anak ditemukan tak bernyawa dalam kondisi berpelukan di antara reruntuhan rumah yang tersapu arus deras.
Merespons kejadian itu, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka langsung turun ke lokasi bencana. Gibran meninjau dampak yang ditimbulkan serta memastikan langkah penanganan cepat dan tepat.
Gibran menekankan pentingnya pengerukan sedimentasi sungai agar aliran air lebih lancar dan tidak merusak pemukiman. Selain itu, Gibran menginstruksikan relokasi bagi warga yang tinggal di sepadan sungai untuk menghindari bencana serupa di masa depan.
Baca juga: Hujan Deras, 70 Rumah di Kota Sukabumi Terendam Banjir
Dalam kunjungannya, Gibran menerima laporan dari Bupati Sukabumi, Asep Japar serta Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti banjir kali ini lebih parah dibandingkan kejadian serupa pada Desember 2024.
"Pak Wakil Presiden sangat prihatin dengan situasi ini. Beliau menekankan pentingnya pengerukan sedimentasi sungai agar aliran air lebih lancar dan tidak berdampak kepada permukiman warga," ungkap Diana
Baca juga: Asrama Haji Bekasi Terendam Banjir, Kemenag Mitigasi Ruangan Rusak
Merespons kejadian itu, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka langsung turun ke lokasi bencana. Gibran meninjau dampak yang ditimbulkan serta memastikan langkah penanganan cepat dan tepat.
Gibran menekankan pentingnya pengerukan sedimentasi sungai agar aliran air lebih lancar dan tidak merusak pemukiman. Selain itu, Gibran menginstruksikan relokasi bagi warga yang tinggal di sepadan sungai untuk menghindari bencana serupa di masa depan.
Baca juga: Hujan Deras, 70 Rumah di Kota Sukabumi Terendam Banjir
Dalam kunjungannya, Gibran menerima laporan dari Bupati Sukabumi, Asep Japar serta Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti banjir kali ini lebih parah dibandingkan kejadian serupa pada Desember 2024.
"Pak Wakil Presiden sangat prihatin dengan situasi ini. Beliau menekankan pentingnya pengerukan sedimentasi sungai agar aliran air lebih lancar dan tidak berdampak kepada permukiman warga," ungkap Diana
Baca juga: Asrama Haji Bekasi Terendam Banjir, Kemenag Mitigasi Ruangan Rusak
Lihat Juga :