Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

102 Hewan Kurban dari Ibas Disalurkan ke 5 Daerah di Jatim

loading...
102 Hewan Kurban dari Ibas Disalurkan ke 5 Daerah di Jatim
Proses pemotongan hewan kurban dari anggota DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), Rabu (21/7/2021). Foto/Ist
MAGETAN - Lima daerah di Jawa Timur mendapat penyaluran 102 ekor hewan kurban dari anggota DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) saat Hari Raya Idul Adha.

Baca juga: Tangis Haru Warga Saat Pertama Kali Menyaksikan Penyembelihan Hewan Kurban

Hewan kurban yang diserahkan terdiri atas 10 ekor sapi dan 92 ekor kambing. Bantuan hewan kurban ini didistirbusikan ke lima lokasi, yakni Desa Kayen Pacitan, Desa Kedungguwo di Kabupaten Magetan; Desa Gandusari di Kabupaten Trenggalek; Desa Temon di Kabupaten Ponorogo; dan Desa Sawo di Kabupaten Ngawi.

Baca juga: Masuk Garasi dan Dapur, Sapi Mengamuk di Padepokan Anti Galau Cirebon

Prosesi pemotongan hewan kurban ini dilakukan secara serentak Rabu (21/7/2021) pukul 10.00 Wib. Mengingat kasus COVID-19 yang sedang meningkat, Ibas mengerahkan sejumlah tim dan relawan untuk menerapkan dan memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan tepat.

Jumlah panitia dan penerima hewan kurban di lokasi sangat dibatasi. Semua orang yang berada di lokasi acara diwajibkan menggunakan masker, mencuci tangan terlebih dahulu, dan menjaga jarak. Selain itu, demi menghindari kerumunan massa, sejumlah relawan dikerahkan untuk membagikan bantuan dengan mengantarkan ke rumah penerima daging kurban.



Dalam video sambutannya, Ibas menyampaikan bahwa SBY menggambarkan situasi saat ini sebagai situasi yang penuh keprihatinan. "Prihatin, begitu istilah kata disampaikan kepada kami oleh Bapak SBY. Tentu bukan keprihatinan biasa seperti kita sedang berperang dengan pihak lain, tetapi dalam situasi pandemi ini justru banyak saudara-saudara kita mengalami kesedihan, kesulitan, dan ketidakberdayaan."

"Seringkali kita mendengar berita duka cita dari para sahabat, keluarga, dan handai tolan yang kalah memerangi virus. Belum lagi kita juga sering mendengar saudara-saudara kita tidak bisa bekerja, tidak punya uang, dan kesulitan biaya hidup akibat dampak pandemi ini," kata Ibas.

Terkait momen lebaran yang bertepatan dengan PPKM Darurat, Ibas menerangkan bahwa ini adalah opsi terbaik yang bisa ditawarkan pemerintah saat ini. “MasyaAllah, wabah Corona tak kunjung usai, bahkan sekarang ini kita harus kembali mengikuti anjuran pemerintah (PPKM Darurat) dari mulai ditiadakannya shalat Ied di masjid hingga ditiadakannya takbir keliling. Bisa dimengerti, hal tersebut tidak lain adalah sebagai bentuk upaya untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Indonesia," ujarnya.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top