Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Kaget Pemukiman Mereka Masuk Kawasan Hutan Lindung, Warga Geruduk DPRD Mamuju

loading...
Kaget Pemukiman Mereka Masuk Kawasan Hutan Lindung, Warga Geruduk DPRD Mamuju
Warga sempat bersitegang dengan pejabat dan anggota dewan saat menyampaikan aspirasinya di kantor DPRD setempat. Foto: iNewsTV/Frendy Cristian
MAMUJU - Mengetahui lahan pemukiman mereka yang telah dihuni selama puluhan tahun masuk kawasan hutan lindung , puluhan warga Desa Tadui, Kabupaten Mamuju , Sulawesi Barat ( Sulbar ) menggeruduk kantor DPRD setempat.

Warga kaget setelah mengetahui lahan dan pemukiman mereka yang sudah ditinggali puluhan tahun diklaim masuk kawasan hutang lindung oleh badan pemantapan kawasan.

Kaget Pemukiman Mereka Masuk Kawasan Hutan Lindung, Warga Geruduk DPRD Mamuju

Baca juga: Warga Mamuju Mendadak Resah, Ternyata Lahan yang Dihuni Puluhan Tahun Masuk Kawasan Hutan Lindung

Saat tiba di kantor DPRD, sejumlah perwakilan diizinkan masuk ruangan menyampaikan aspirasi dan berdialog bersama dengan pihak DPRD serta pihak Dinas Kehutanan Pemprov Sulbar.

Dalam ruangan aspirasi, warga meminta agar pemukiman mereka segera dibebaskan dari kawasan hutan lindung. Tak puas mendengar penjelasan pihak dinas kehutanan wargapun bersitegang hingga adu mulut dengan sejumlah pejabat yang berada di dalam ruangan tak terhindarkan.

Baca juga: Mamuju Gempar, Lubang Misterius Sedalam 6 Meter Berisi Air Tiba-tiba Muncul dalam Rumah Warga



“Pemukiman yang diklaim masuk kawasan hutan lindung sudah ditinggali oleh warga selama bertahun-tahun, bahkan warga sudah memiliki surat kepemilikan berupa sertifikat,” kata salah seorang warga Desa Tadui, Muhammad Jabir.

Menanggapi tuntutan warga, Kepala Dinas Kehutanan Pemprov Sulbar, H Hamzah mengatakan, wilayah tersebut sudah diusulkan masuk program tora ke pemerintah pusat agar wilayah itu bisa dikeluarkan dari kawasan hutan lindung.

Baca juga: Nekat Judi Sabung Ayam di Hari Lebaran, Pelaku Berhamburan Kocar-kacir

Pemerintah provinsi sudah mengusulkan ke pemerintah pusat agar dikeluarkan dari kawasan hutan lindung, saat ini masih sementara berproses,” katanya.



Usai berdialog dengan pihak DPRD dan juga Dinas Kehutanan, warga kemudian meninggalkan kantor wakil rakyat tersebut, namun mereka mengancam jika tuntutan mereka tidak terpenuhi akan melakukan aksi dengan massa yang lebih banyak lagi.
(nic)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top