Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Petugas Belum Deteksi Ada Indikasi Pergerakan Anonymous dari KBB

loading...
Petugas Belum Deteksi Ada Indikasi Pergerakan Anonymous dari KBB
Kepala Satpol PP, KBB, Asep Sehabudin. Foto/MPI/Adi Haryanto
BANDUNG BARAT - Jajaran Satpol PP Kabupaten Bandung Barat (KBB) belum melihat adanya indikasi rencana pergerakan aksi Anonymous Indonesia yang akan digelar di berbagai kota dan salah satunya Kota Bandung.

"Kita sudah berkoordinasi dengan pihak Kantor Kesbang, Polisi dan TNI, sejauh ini belum terdengar ada rencana aksi tersebut di KBB," kata Kepala Satpol PP, KBB, Asep Sehabudin, Senin (19/7/2021).

Menurutnya, jika melihat informasi yang tersebar di WA grup terkait ajakan aksi tersebut, memang salah satu kota yang jadi titik kumpul aksinya di Monumen Perjuangan, Kota Bandung. Yang harus diwaspadai adalah pergerakan massa dari KBB ke Kota Bandung pada hari H atau tanggal 24 Juli 2021 mendatang.

Asep menyakini gerakan komunitas ini belum tumbuh di KBB, dan kemungkinan hanya ada di kota-kota besar. Namun dirinya meminta warga KBB untuk tetap waspada, dan tidak mudah terbujuk ajakan melakukan aksi yang tujuannya adalah menentang terhadap kebijakan pemerintah tersebut.



"Itu adalah aksi yang kontra kebijakan pemerintah, kontra terhadap kondusivitas, yang tidak menginginkan suasana damai. Makanya kami minta masyarakat KBB agar jangan mudah terbujuk, terhasut, dan terprovokasi," tegasnya.

Bahkan dirinya meminta agar masyarakat juga berperan pro aktif melaporkan jika melihat gerakan atau perkumpulan komunitas tersebut di KBB. Sebaiknya semua pihak tetap mengikuti anjuran pemerintah pada masa PPKM Darurat. Yakni dengan menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19. Baca: Medan Gempar, Seorang Penggali Kubur Tewas Digorok Ponakan.

"Pemerintah saat ini sedang fokus berupaya menekan angka penyebaran COVID-19. Janganlah melakukan hal-hal yang bisa memicu kenaikan kasusnya, apalagi melakukan aksi yang menentang kebijakan pemerintah dengan tujuan tidak jelas," sarannya. Baca Juga: Perindo DIY Terjunkan 4 Ambulans Tangani Pasien dan Jenazah COVID-19.
(nag)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top