Gelar Edukasi Online, Dokter Siloam Hospitals: Penting Kenali Nyeri di Kepala
Sabtu, 17 Juli 2021 - 20:40 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya, terapi preventif dapat dilakukan untuk mengurangi frekuensi dan lama serangan. "Terapi preventif diharapkan dapat meningkatkan respon pasien terhadap pengobatan sehingga pada akhirnya dapat mengurangi biaya pengobatan pasien," ujarnya.
Terapi non obat yang dapat dilakukan pasien nyeri kepala yaitu menghindari atau mengelola faktor pencetus nyeri kepala. Faktor pencetus antara lain perubahan pola tidur, makanan, stress, rutinitas, cuaca, lingkungan tempat tinggal. Terapi non obat bisa juga dengan melakukan teknik relaksasi, menghindari merokok, hindari konsumsi alkohol, serta mempertahankan kualitas tidur yang baik.
"Jadi, pengobatan nyeri kepala bergantung dari karakteristik nyeri kepala yang dialami pasien dan faktor-faktor penyebabnya. Bila tidak ada gejala lain yang berbahaya, sakit kepala dapat diredakan dengan obat-obatan yang dijual bebas, seperti paracetamol," saran dokter.
Bila sakit kepala dirasa mengkhawatirkan, maka sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai. Pencegahan sakit kepala dapat dilakukan dengan menerapkan perilaku hidup yang sehat. Baca juga: Percepat Warga Isoman Sembuh, TNI di Majalengka Salurkan Bantuan Obat
"Misalnya beristirahat dengan cukup dan rutin berolahraga. Sedangkan untuk nyeri kepala sekunder akibat penyakit lain yang mendasari, pencegahan yang terbaik adalah dengan mengobati penyebabnya," tutupnya.
Terapi non obat yang dapat dilakukan pasien nyeri kepala yaitu menghindari atau mengelola faktor pencetus nyeri kepala. Faktor pencetus antara lain perubahan pola tidur, makanan, stress, rutinitas, cuaca, lingkungan tempat tinggal. Terapi non obat bisa juga dengan melakukan teknik relaksasi, menghindari merokok, hindari konsumsi alkohol, serta mempertahankan kualitas tidur yang baik.
"Jadi, pengobatan nyeri kepala bergantung dari karakteristik nyeri kepala yang dialami pasien dan faktor-faktor penyebabnya. Bila tidak ada gejala lain yang berbahaya, sakit kepala dapat diredakan dengan obat-obatan yang dijual bebas, seperti paracetamol," saran dokter.
Bila sakit kepala dirasa mengkhawatirkan, maka sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai. Pencegahan sakit kepala dapat dilakukan dengan menerapkan perilaku hidup yang sehat. Baca juga: Percepat Warga Isoman Sembuh, TNI di Majalengka Salurkan Bantuan Obat
"Misalnya beristirahat dengan cukup dan rutin berolahraga. Sedangkan untuk nyeri kepala sekunder akibat penyakit lain yang mendasari, pencegahan yang terbaik adalah dengan mengobati penyebabnya," tutupnya.
(don)
Lihat Juga :