Kasus Covid-19 Meningkat, Tempat Tidur di Ruang Isolasi RS La Palaloi Ditambah
Jum'at, 16 Juli 2021 - 20:10 WIB
loading...
A
A
A
"10 orang dari Marusu, sembilan orang dari Mallawa, tujuh orang dari Lau, lima dari Maros Baru, dua dari Cenrana, dan satu orang dari Camba," terangnya.
13 orang dari Bantimurung, 14 dari Tompobulu dan 18 dari Simbang. Untuk Kecamatan dengan kasus tertinggi yakni Turikale dengan 22 kasus, Moncongloe 24 kasus, Mandai 34 Kasus dan Tanralili 47 kasus.Pasien umumnya tertular diduga akibat kontak erat dengan pasien positif lain.
Baca juga:BPD Diminta Bersinergi dengan Pemerintah Desa di Maros Lawan Pandemi
"Kasus yang ditemukan sebagian besar hasil tracing dan testing kontak terhadap konfirmasi aktif sebelumnya. Paling banyak klaster keluarga. Tapi ada klaster baru yang ditemukan yakni klaster perjalanan dari Papua dan Kalimantan," tuturnya.
Dari 206 orang yang terjangkit Covid-19 di Maros, 20 di antaranya harus menjalani perawatan di rumah sakit."16 orang sedang di rawat di RS dr La Palalloi , dua lainnya dirawat di RS Labuang Baji, dan satu orang di RS Dodi Sartdjo, satu orang dirawat di RS Grestelina," ucapnya.
13 orang dari Bantimurung, 14 dari Tompobulu dan 18 dari Simbang. Untuk Kecamatan dengan kasus tertinggi yakni Turikale dengan 22 kasus, Moncongloe 24 kasus, Mandai 34 Kasus dan Tanralili 47 kasus.Pasien umumnya tertular diduga akibat kontak erat dengan pasien positif lain.
Baca juga:BPD Diminta Bersinergi dengan Pemerintah Desa di Maros Lawan Pandemi
"Kasus yang ditemukan sebagian besar hasil tracing dan testing kontak terhadap konfirmasi aktif sebelumnya. Paling banyak klaster keluarga. Tapi ada klaster baru yang ditemukan yakni klaster perjalanan dari Papua dan Kalimantan," tuturnya.
Dari 206 orang yang terjangkit Covid-19 di Maros, 20 di antaranya harus menjalani perawatan di rumah sakit."16 orang sedang di rawat di RS dr La Palalloi , dua lainnya dirawat di RS Labuang Baji, dan satu orang di RS Dodi Sartdjo, satu orang dirawat di RS Grestelina," ucapnya.
(luq)
Lihat Juga :