Bawaslu Sulsel Ingatkan Bahaya Politik Uang kepada Pemilih Pemula
Kamis, 15 Juli 2021 - 20:59 WIB
loading...
Ketua Bawaslu Sulsel, Laode Arumahi saat menghadiri kemah pengawasan pemilu yang digelar Bawaslu Sidrap. Foto: Humas Bawaslu Sulsel
A
A
A
SIDRAP - Ketua Bawaslu Sulsel , HL Arumahi menghadiri kegiatan sosialisasi dan kemah pengawasan pemilu yang dilaksanakan Bawaslu Sidrap. Di sana, iamenyinggung tentang potensi pelanggaran dalam pemilu.
"Misal politik uang atau jual beli suara. Jika kita bisa hindari itu, bangsa ini akan lebih baik. Kasus korupsi jika ditarik lebih jauh, sumber asalnya adalah politik uang ," kata Arumahi dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Kamis (15/7).
Baca juga:Audiensi ke Bawaslu Sulsel, DPRD Luwu Bahas Anggaran Pilkada
Menurut Arumahi, politik uang bisa berimbas pada perilaku korupsi. "Sogokan dan suap eksekutif dan legislatif jika ditarik benang merahnya akan ditemukan hubungannya dengan politik uang di pilkada," ujarnya.
Arumahi menegaskan, Bawaslu Sulsel akan berusaha menemukan format ke depan dalam mendorong partisipasi aktif rakyat. Tentunya dalam melakukan pengawasan dan pencegahan secara mandiri, salah satunya dimulai dengan kemah pengawasan.
Kegiatan kemah pengawasan pemilu Bawaslu Sidrap ini dilaksanakan dua hari mulai 14 Juli hingga 15 Juli. "Saya harap Bawaslu Sidrap tidak berhenti memberikan inovasi untuk perbaikan bangsa dan negara," sebutnya.
Dia bilang, kegiatan ini adalah inovasi Bawaslu Sulsel dengan menggelar kemah pengawasan pemilu di seluruh kabupaten kota se-Sulsel. Pesertanya adalah siswa Pramuka, yang merupakan pemilih pemula.
Baca juga:Megawati Ngaku Jadi Ketum Tanpa Duit, Kader PDIP Harus Tiru saat Pilih Penggantinya
"Adik-adik akan mendapat pengetahuan tentang hak pilih dan hak untuk dipilih. Bawaslu tidak akan berhenti melakukan sosialisasi. Kami berpendapat bahwa proses pemilu adalah porses rakyat. Maka partisipasi rakyat adalah hal yang mutlak," tambah Arumahi.
Sementara itu, Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat Bawaslu Sulsel menyampaikan terkait keterlibatan Pramuka dalam pengawasan pemilu. Dia menilai sebagai pemilih pemula, mereka wajib memiliki semangat dalam partisipasi pemilihan ke depan.
“Organisai Pramuka adalah sebuah organisasi yang besar, yang mempunyai anggota mulai dari SD, SMP dan SMA. Sehingga disayangkan jika organisasi seperti ini tidak kita libatkan untuk berkontribusi dalam pendidikan demokrasi serta pengawasan partisipatif," jelasnya.
Baca juga:Parpol Pengusung Bakal Segera Tetapkan Pendamping Budiman
Saiful berharap kegiatan ini bisa meningkatkan pengetahuan kepemiluan para peserta. Sekaligus menambah partisipasi pengawasan anggota pramuka yang mayoritas pemilih pemula.
"Kami harapkan pengetahuan terkait pemilu/pemilihan dapat menjadi snow balling yang dapat terus bergulir. Dan akan bermuara kepada meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengawal dan mengawasi setiap agenda kontestasi yang ada. Karena rakyat bukan hanya berhak untuk memilih, tapi juga berhak untuk mengawasi Pemilu," kuncinya.
"Misal politik uang atau jual beli suara. Jika kita bisa hindari itu, bangsa ini akan lebih baik. Kasus korupsi jika ditarik lebih jauh, sumber asalnya adalah politik uang ," kata Arumahi dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Kamis (15/7).
Baca juga:Audiensi ke Bawaslu Sulsel, DPRD Luwu Bahas Anggaran Pilkada
Menurut Arumahi, politik uang bisa berimbas pada perilaku korupsi. "Sogokan dan suap eksekutif dan legislatif jika ditarik benang merahnya akan ditemukan hubungannya dengan politik uang di pilkada," ujarnya.
Arumahi menegaskan, Bawaslu Sulsel akan berusaha menemukan format ke depan dalam mendorong partisipasi aktif rakyat. Tentunya dalam melakukan pengawasan dan pencegahan secara mandiri, salah satunya dimulai dengan kemah pengawasan.
Kegiatan kemah pengawasan pemilu Bawaslu Sidrap ini dilaksanakan dua hari mulai 14 Juli hingga 15 Juli. "Saya harap Bawaslu Sidrap tidak berhenti memberikan inovasi untuk perbaikan bangsa dan negara," sebutnya.
Dia bilang, kegiatan ini adalah inovasi Bawaslu Sulsel dengan menggelar kemah pengawasan pemilu di seluruh kabupaten kota se-Sulsel. Pesertanya adalah siswa Pramuka, yang merupakan pemilih pemula.
Baca juga:Megawati Ngaku Jadi Ketum Tanpa Duit, Kader PDIP Harus Tiru saat Pilih Penggantinya
"Adik-adik akan mendapat pengetahuan tentang hak pilih dan hak untuk dipilih. Bawaslu tidak akan berhenti melakukan sosialisasi. Kami berpendapat bahwa proses pemilu adalah porses rakyat. Maka partisipasi rakyat adalah hal yang mutlak," tambah Arumahi.
Sementara itu, Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat Bawaslu Sulsel menyampaikan terkait keterlibatan Pramuka dalam pengawasan pemilu. Dia menilai sebagai pemilih pemula, mereka wajib memiliki semangat dalam partisipasi pemilihan ke depan.
“Organisai Pramuka adalah sebuah organisasi yang besar, yang mempunyai anggota mulai dari SD, SMP dan SMA. Sehingga disayangkan jika organisasi seperti ini tidak kita libatkan untuk berkontribusi dalam pendidikan demokrasi serta pengawasan partisipatif," jelasnya.
Baca juga:Parpol Pengusung Bakal Segera Tetapkan Pendamping Budiman
Saiful berharap kegiatan ini bisa meningkatkan pengetahuan kepemiluan para peserta. Sekaligus menambah partisipasi pengawasan anggota pramuka yang mayoritas pemilih pemula.
"Kami harapkan pengetahuan terkait pemilu/pemilihan dapat menjadi snow balling yang dapat terus bergulir. Dan akan bermuara kepada meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengawal dan mengawasi setiap agenda kontestasi yang ada. Karena rakyat bukan hanya berhak untuk memilih, tapi juga berhak untuk mengawasi Pemilu," kuncinya.
(luq)
Lihat Juga :