Gandeng TNI, Pemprov Sumsel Mulai Optimasi dan Intensifikasi Pertanian
Kamis, 15 Juli 2021 - 17:55 WIB
loading...
Pemprov Sumsell saat ini mengembangkan program food estate. Untuk mendukung hal tersebut, Kementan memberikan perhatian besar melalui program bantuan optimasi dan intensifikasi lahan pertanian. Foto SINDOnews
A
A
A
PALEMBANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) saat ini sedang mengembangkan program food estate. Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan perhatian besar melalui program bantuan optimasi dan intensifikasi lahan pertanian di wilayah Sumsel.
Beberapa lokasi optimasi lahan diantaranya difokuskan di Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir dan Muara Enim dengan luas total mencapai 49.990 hektar. Sementara untuk intensifikasi lahan pertanian difokuskan di OKU Timur, Ogan Ilir dan OKU Selatan dengan total sebanyak 25.629 hektar.
Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumsel, Bambang Pramono mengatakan, saat ini Kementerian Pertanian memberikan bantuan berupa dua kegiatan yakni optimasi dan intensifikasi lahan pertanian di Sumsel. Baca juga: Perbedaan DJI Agras T30 dan Agras T10, Drone Pertanian Penyemprot Benih dan Pupuk
Untuk optimasi lahan pertanian, dia menjelaskan, konsepnya merehabilitasi lahan-lahan milik petani, diantaranya dengan memperbaiki tanggul saluran, membuat pintu air dan pengadaan pompa.
"Jika memungkinkan jalan atau jembatan tani. Sementara untuk intensifikasi lahan pertanian konsepnya menumbuhkan korporasi yang menyediakan sarana produksi dan pendampingan petani, serta melibatkan offtaker penggilingan beras di Sumsel untuk membantu petani," ujar Bambang, Kamis (15/7/2021).
Menurut Bambang, ini semua dilakukan untuk mendukung program food estate yang sudah mulai diterapkan Sumsel. Tujuannya nanti yakni untuk peningkatan produksi Sumsel yang saat ini mencapai 2,7 juta gabah kering giling (GKG) menjadi 5,1 juta GKG target dalam waktu tiga tahun kedepan.
"Harapan kita tiga atau empat tahun kedepan, produksi Sumsel bisa mencapai target produksi hingga 5,1 juta ton. Ini didukung dengan pemerintah pusat dan TNI serta petani di Sumsel," kata Bambang.
Beberapa lokasi optimasi lahan diantaranya difokuskan di Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir dan Muara Enim dengan luas total mencapai 49.990 hektar. Sementara untuk intensifikasi lahan pertanian difokuskan di OKU Timur, Ogan Ilir dan OKU Selatan dengan total sebanyak 25.629 hektar.
Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumsel, Bambang Pramono mengatakan, saat ini Kementerian Pertanian memberikan bantuan berupa dua kegiatan yakni optimasi dan intensifikasi lahan pertanian di Sumsel. Baca juga: Perbedaan DJI Agras T30 dan Agras T10, Drone Pertanian Penyemprot Benih dan Pupuk
Untuk optimasi lahan pertanian, dia menjelaskan, konsepnya merehabilitasi lahan-lahan milik petani, diantaranya dengan memperbaiki tanggul saluran, membuat pintu air dan pengadaan pompa.
"Jika memungkinkan jalan atau jembatan tani. Sementara untuk intensifikasi lahan pertanian konsepnya menumbuhkan korporasi yang menyediakan sarana produksi dan pendampingan petani, serta melibatkan offtaker penggilingan beras di Sumsel untuk membantu petani," ujar Bambang, Kamis (15/7/2021).
Menurut Bambang, ini semua dilakukan untuk mendukung program food estate yang sudah mulai diterapkan Sumsel. Tujuannya nanti yakni untuk peningkatan produksi Sumsel yang saat ini mencapai 2,7 juta gabah kering giling (GKG) menjadi 5,1 juta GKG target dalam waktu tiga tahun kedepan.
"Harapan kita tiga atau empat tahun kedepan, produksi Sumsel bisa mencapai target produksi hingga 5,1 juta ton. Ini didukung dengan pemerintah pusat dan TNI serta petani di Sumsel," kata Bambang.
Lihat Juga :