Berpotensi Timbulkan Kerumunan, Bima Arya Cek Rumah Potong Hewan Jelang Idul Adha
Kamis, 15 Juli 2021 - 13:43 WIB
loading...
A
A
A
“Kurban itu kan masalah pribadi, tapi kemudian menjadi masalah umum karena dagingnya dibagikan kepada masyarakat luas. Maka harus dipastikan kesehatan dan higienisnya. Tapi yang tak kalah penting lagi adalah harus syar’i. Ketika kami melihat prosesnya di RPH Bubulak, kami melihat ini sesuai dengan syariat Islam, mulai dari cara penyembelihannya, kemudian proses-proses lainnya,” kata Ade.
Ade juga mengimbau kepada panitia kurban untuk bisa memahami kondisi pandemi ini dengan menyiapkan kebutuhan sesuai protokol kesehatan. Baca juga: Jelang Idul Adha 1442 H, Sudin KPKP Jakbar Jamin Ketersediaan Bahan Pokok
“Keterserapan sapi untuk disembelih di RPH itu per hari 200 ekor dikalikan empat hari jadi 800 ekor. Praktis, ada sekitar 3.000 ekor hewan kurban tersebar di masyarakat. Ini harus kita tangani ekstra,” ujarnya.
“Bagaimana kesiapan panitia di wilayah, bagaimana kesiapan aparatur untuk mengawasi supaya tidak menjadi klaster penyebaran Covid di masyarakat ketika berkurban. Tapi kita tidak berharap itu terjadi. Mudah-mudahan lewat edaran wali kota itu kemudian terbaca, kira-kira perangkat apa yang harus dipersiapkan ketika kurban itu harus masjid, mushola, dll. Karena di sini tidak tercukupi,” tambah dia.
Ade Sarmili berharap kepada pemerintah agar menyiapkan juga fasilitas antigen untuk panitia kurban di wilayah.
“DKM harus membatasi panitia yang bertugas dan mengimbau warga agar tidak berkerumun ke area penyembelihan. Harus ada protokol kesehatan yang kita pahami bersama dengan para DKM agar kegiatan ini tidak menimbulkan masalah baru,” tegasnya.
Ade juga mengimbau kepada panitia kurban untuk bisa memahami kondisi pandemi ini dengan menyiapkan kebutuhan sesuai protokol kesehatan. Baca juga: Jelang Idul Adha 1442 H, Sudin KPKP Jakbar Jamin Ketersediaan Bahan Pokok
“Keterserapan sapi untuk disembelih di RPH itu per hari 200 ekor dikalikan empat hari jadi 800 ekor. Praktis, ada sekitar 3.000 ekor hewan kurban tersebar di masyarakat. Ini harus kita tangani ekstra,” ujarnya.
“Bagaimana kesiapan panitia di wilayah, bagaimana kesiapan aparatur untuk mengawasi supaya tidak menjadi klaster penyebaran Covid di masyarakat ketika berkurban. Tapi kita tidak berharap itu terjadi. Mudah-mudahan lewat edaran wali kota itu kemudian terbaca, kira-kira perangkat apa yang harus dipersiapkan ketika kurban itu harus masjid, mushola, dll. Karena di sini tidak tercukupi,” tambah dia.
Ade Sarmili berharap kepada pemerintah agar menyiapkan juga fasilitas antigen untuk panitia kurban di wilayah.
“DKM harus membatasi panitia yang bertugas dan mengimbau warga agar tidak berkerumun ke area penyembelihan. Harus ada protokol kesehatan yang kita pahami bersama dengan para DKM agar kegiatan ini tidak menimbulkan masalah baru,” tegasnya.
(mhd)
Lihat Juga :