Berpotensi Timbulkan Kerumunan, Bima Arya Cek Rumah Potong Hewan Jelang Idul Adha
Kamis, 15 Juli 2021 - 13:43 WIB
loading...
A
A
A
Tahun ini pun, Bima Arya mengaku akan mengirimkan hewan kurbannya untuk disembelih di RPH Bubulak. Baca juga: Jelang Idul Adha, Pemkot Jakbar Data 5.119 Hewan Kurban di 81 Tempat Penampungan
“Biasanya kan saya langsung ke kampung-kampung, kalau sekarang kita imbau di RPH supaya tidak ada kerumunan dan sesuai prokes sampai dicacah, kemudian dibagikan ke kampung-kampung,” katanya.
Di tempat yang sama Kepala DKPP Kota Bogor Anas Rasmana menjelaskan bahwa keuntungan memotong di RPH adalah terjamin aman, sehat, utuh dan halal (asuh).
“Sapinya dicek oleh dokter, setelah dipotong pun dicek lagi post mortemnya dagingnya sehat atau tidak. Kemudian memotong sesuai syariat Islam, waktu pemotongannya lebih cepat hanya 30 menit,” ujar Anas.
Anas juga memprediksi bahwa penjualan hewan kurban tahun ini menurun. Laporan dari para pedagang yang ditemui sampai dengan H-7 itu mereka menurun sampai 30 persen. Contoh sapi itu baru terjual 2.500 transaksi.
"Estimasi kita sampai tanggal 20 Juli itu akan terjual 4.500 sapi, tahun lalu 5.200 ekor. Kalau kambing/domba tahun lalu terjual 8.000 ekor, tahun ini diperkirakan hanya 6.000 ekor. Sampai H-7 kemarin kambing baru terjual 4.000 ekor,” beber Anas.
Sementara itu, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bogor Ustadz Ade Sarmili mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kota Bogor karena telah memperhatikan kesehatan umatnya, terutama dalam momen berkurban nanti.
“Biasanya kan saya langsung ke kampung-kampung, kalau sekarang kita imbau di RPH supaya tidak ada kerumunan dan sesuai prokes sampai dicacah, kemudian dibagikan ke kampung-kampung,” katanya.
Di tempat yang sama Kepala DKPP Kota Bogor Anas Rasmana menjelaskan bahwa keuntungan memotong di RPH adalah terjamin aman, sehat, utuh dan halal (asuh).
“Sapinya dicek oleh dokter, setelah dipotong pun dicek lagi post mortemnya dagingnya sehat atau tidak. Kemudian memotong sesuai syariat Islam, waktu pemotongannya lebih cepat hanya 30 menit,” ujar Anas.
Anas juga memprediksi bahwa penjualan hewan kurban tahun ini menurun. Laporan dari para pedagang yang ditemui sampai dengan H-7 itu mereka menurun sampai 30 persen. Contoh sapi itu baru terjual 2.500 transaksi.
"Estimasi kita sampai tanggal 20 Juli itu akan terjual 4.500 sapi, tahun lalu 5.200 ekor. Kalau kambing/domba tahun lalu terjual 8.000 ekor, tahun ini diperkirakan hanya 6.000 ekor. Sampai H-7 kemarin kambing baru terjual 4.000 ekor,” beber Anas.
Sementara itu, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bogor Ustadz Ade Sarmili mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kota Bogor karena telah memperhatikan kesehatan umatnya, terutama dalam momen berkurban nanti.
Lihat Juga :