Kalsel Gencarkan Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana
Selasa, 13 Juli 2021 - 23:10 WIB
loading...
A
A
A
"Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana ini merupakan sebuah gagasan untuk menumbuhkan kesadaran yang melibatkan keluarga dan masyarakat secara langsung. Gerakan ini akan membina masyarakat agar mampu menolong dirinya sendiri, serta tanggap dan tangguh menghadapi berbagai tantangan," paparnya.
Pj Ketua TP PKK Kalsel itu menerangkan, gerakan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi untuk mencegah dan menurunkan angka stunting. Kemudian, meningkatkan kesehatan masyarakat melalui perubahan perilaku yang mengedepankan hidup sehat dan bersih.
"Gerakan ini juga untuk mencegah dan menurunkan angka kematian, bayi, dan balita. Selain itu, meningkatkan komitmen masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup agar tercipta keluarga, masyarakat, dan lingkungan yang aman, nyaman, bersih, dan sehat," tuturnya.
Dirjen Bina Adwil Kemendagri yang juga Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA menilai gerakan ini hadir di saat yang tepat karena Indonesia tengah menghadapi pandemi COVID-19. Pandemi ini berdampak pada kesehatan, ekonomi, dan sosial.
Jumlah orang yang positif selalu di atas 30.000 per hari dalam seminggu terakhir. Sudah lebih 2 juta orang yang terpapar COVID-19 di Indonesia. Pemerintah pun menerapkan PPKM Darurat di Jawa-Bali dan 15 kabupaten/kota di luar Jawa untuk meredam penyebaran virus Sars Cov-II.
Safrizal menerangkan COVID-19 berdampak padaperekonomian dan kesehatan keluarga. Pemerintah berusaha mengelola sebaik mungkin dampak turunan pandemi ini dengan terus meningkatkan pelayanan kesehatan dan mempercepat vaksinasi.
Pemerintah, lanjut dia, tidak bisa sendirian dalam menangani pandemi ini dan memerlukan dukungan dari semua lapisan masyarakat. Safrizal meminta masyarakat untuk patuh dalam melaksanakan 5 M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas).
Pj Ketua TP PKK Kalsel itu menerangkan, gerakan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi untuk mencegah dan menurunkan angka stunting. Kemudian, meningkatkan kesehatan masyarakat melalui perubahan perilaku yang mengedepankan hidup sehat dan bersih.
"Gerakan ini juga untuk mencegah dan menurunkan angka kematian, bayi, dan balita. Selain itu, meningkatkan komitmen masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup agar tercipta keluarga, masyarakat, dan lingkungan yang aman, nyaman, bersih, dan sehat," tuturnya.
Dirjen Bina Adwil Kemendagri yang juga Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA menilai gerakan ini hadir di saat yang tepat karena Indonesia tengah menghadapi pandemi COVID-19. Pandemi ini berdampak pada kesehatan, ekonomi, dan sosial.
Jumlah orang yang positif selalu di atas 30.000 per hari dalam seminggu terakhir. Sudah lebih 2 juta orang yang terpapar COVID-19 di Indonesia. Pemerintah pun menerapkan PPKM Darurat di Jawa-Bali dan 15 kabupaten/kota di luar Jawa untuk meredam penyebaran virus Sars Cov-II.
Safrizal menerangkan COVID-19 berdampak padaperekonomian dan kesehatan keluarga. Pemerintah berusaha mengelola sebaik mungkin dampak turunan pandemi ini dengan terus meningkatkan pelayanan kesehatan dan mempercepat vaksinasi.
Pemerintah, lanjut dia, tidak bisa sendirian dalam menangani pandemi ini dan memerlukan dukungan dari semua lapisan masyarakat. Safrizal meminta masyarakat untuk patuh dalam melaksanakan 5 M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas).
Lihat Juga :