Tingkatkan Kualitas Hidup Anak Desa Parungmulya lewat Program Makanan Tambahan
Sabtu, 13 Desember 2025 - 08:47 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
KARAWANG - Stunting masih menjadi persoalan gizi yang serius di Indonesia, terutama di wilayah pedesaan yang menghadapi tantangan akses pangan bergizi dan minimnya pengetahuan gizi keluarga. Kondisi ini diperburuk oleh rendahnya asupan protein pada balita, pola konsumsi kudapan yang tidak seimbang, serta praktik pemberian makan yang belum optimal di tingkat rumah tangga.
Menanggapi hal tersebut, PERURI kembali melanjutkan komitmennya dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui Program Pemberian Makanan Tambahan Tinggi Protein bagi Balita Stunting, sebuah inisiatif berkelanjutan yang telah menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL) PERURI sejak tiga tahun terakhir. Program ini dirancang untuk memperkuat intervensi gizi spesifik dan sensitif bagi balita berisiko stunting sekaligus memastikan keberlanjutan dampak positif di tingkat desa.
Dalam pelaksanaannya, program PERURI ini diperkuat melalui kolaborasi strategis bersama Program Studi Gizi Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), Pemerintah Desa Parungmulya, serta Puskesmas Ciampel. Sinergi multipihak ini memasuki tahun ketiga implementasi dan kembali diresmikan pada Kamis (11/12) di Kantor Desa Parungmulya, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang.
Desa Parungmulya merupakan salah satu wilayah prioritas percepatan penanganan stunting di Kabupaten Karawang, mengingat hasil pemantauan lapangan menunjukkan masih adanya balita dengan kondisi gizi yang memerlukan perhatian khusus. Stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga memengaruhi perkembangan kognitif, kemampuan belajar, produktivitas jangka panjang, serta meningkatkan risiko penyakit degeneratif di masa depan.
PERURI, bersama dengan aparat desa, perguruan tinggi (Universitas Singaperbangsa Karawang), serta instansi pemerintah daerah seperti Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan BKKBN, berupaya mencegah pertumbuhan yang tidak sehat pada balita melalui serangkaian program. Program ini mencakup sosialisasi dan studi pendahuluan, skrining status kesehatan dan penyediaan obat, pengembangan serta pelatihan menu makanan, konseling gizi, intervensi, monitoring dan evaluasi, serta diseminasi informasi.
Menanggapi hal tersebut, PERURI kembali melanjutkan komitmennya dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui Program Pemberian Makanan Tambahan Tinggi Protein bagi Balita Stunting, sebuah inisiatif berkelanjutan yang telah menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL) PERURI sejak tiga tahun terakhir. Program ini dirancang untuk memperkuat intervensi gizi spesifik dan sensitif bagi balita berisiko stunting sekaligus memastikan keberlanjutan dampak positif di tingkat desa.
Dalam pelaksanaannya, program PERURI ini diperkuat melalui kolaborasi strategis bersama Program Studi Gizi Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), Pemerintah Desa Parungmulya, serta Puskesmas Ciampel. Sinergi multipihak ini memasuki tahun ketiga implementasi dan kembali diresmikan pada Kamis (11/12) di Kantor Desa Parungmulya, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang.
Desa Parungmulya merupakan salah satu wilayah prioritas percepatan penanganan stunting di Kabupaten Karawang, mengingat hasil pemantauan lapangan menunjukkan masih adanya balita dengan kondisi gizi yang memerlukan perhatian khusus. Stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga memengaruhi perkembangan kognitif, kemampuan belajar, produktivitas jangka panjang, serta meningkatkan risiko penyakit degeneratif di masa depan.
PERURI, bersama dengan aparat desa, perguruan tinggi (Universitas Singaperbangsa Karawang), serta instansi pemerintah daerah seperti Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan BKKBN, berupaya mencegah pertumbuhan yang tidak sehat pada balita melalui serangkaian program. Program ini mencakup sosialisasi dan studi pendahuluan, skrining status kesehatan dan penyediaan obat, pengembangan serta pelatihan menu makanan, konseling gizi, intervensi, monitoring dan evaluasi, serta diseminasi informasi.
Lihat Juga :