Tanah Amblas di Luwu Nyaris Putus Jalan Trans Sulawesi
Selasa, 13 Juli 2021 - 21:41 WIB
loading...
A
A
A
Informasi ini kemudian ditindaklanjuti dengan cepat. Sekitar pukul 15.00 Wita, alat berat Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional, yang memang standby di Luwu Raya, sudah ada di lokasi melakukan upaya tanggap darurat dengan menutup tanah atau aspal yang retak.
Menurut Husdin, area ini memang rawan terjadi longsor atau tanah amblas. Apalagi jika hujan deras dan banjir , karena tanah di area ini memang labil.
![Tanah Amblas di Luwu Nyaris Putus Jalan Trans Sulawesi]()
"Kondisi tanah di sana memang sangat labil, tanah di bawah memang basah terus sehingga rawan amblas. Di bawahnya banyak pasir, makanya setiap banjir pasti ada tanah atau tebing sungai yang longsor atau amblas," jelasnya.
Lebih jauh disampaikan Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Luwu, untuk penanganan secara maksimal, pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional perlu melakukan penelitian tanah secara detail.
"Kami perhatikan yang harus ditangani ada sekitar 1 kilometer, dari perbatasan Kamanre dan Tarramatekkeng hingga jembatan Kamanre. Dan penanganan serius dalam waktu dekat itu ada sekitar 100 meter," katanya.
Baca juga: Oknum Anggota DPRD Palopo Diduga Curi Listrik PLN
Husdin mengusulkan agar penanganan area ini dilakukan turap atau membuat tebing beton di sepanjang bibir sungai. "Namun harus diawali dengan penelitian tanah secara detail, sepanjang 1 kilometer itu harus ditutup, semacam dinding beton," katanya.
Pascakejadian, Kasat Lantas Polres Luwu , AKP Muh Ali, mengimbau seluruh pengemudi agar berhati-hati ketika melintas di sepanjang jalan ini. Selain itu, pihaknya juga telah memasang rambu lalu lintas tanda bahaya agar pengendara lebih berhati-hati.
Menurut Husdin, area ini memang rawan terjadi longsor atau tanah amblas. Apalagi jika hujan deras dan banjir , karena tanah di area ini memang labil.

"Kondisi tanah di sana memang sangat labil, tanah di bawah memang basah terus sehingga rawan amblas. Di bawahnya banyak pasir, makanya setiap banjir pasti ada tanah atau tebing sungai yang longsor atau amblas," jelasnya.
Lebih jauh disampaikan Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Luwu, untuk penanganan secara maksimal, pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional perlu melakukan penelitian tanah secara detail.
"Kami perhatikan yang harus ditangani ada sekitar 1 kilometer, dari perbatasan Kamanre dan Tarramatekkeng hingga jembatan Kamanre. Dan penanganan serius dalam waktu dekat itu ada sekitar 100 meter," katanya.
Baca juga: Oknum Anggota DPRD Palopo Diduga Curi Listrik PLN
Husdin mengusulkan agar penanganan area ini dilakukan turap atau membuat tebing beton di sepanjang bibir sungai. "Namun harus diawali dengan penelitian tanah secara detail, sepanjang 1 kilometer itu harus ditutup, semacam dinding beton," katanya.
Pascakejadian, Kasat Lantas Polres Luwu , AKP Muh Ali, mengimbau seluruh pengemudi agar berhati-hati ketika melintas di sepanjang jalan ini. Selain itu, pihaknya juga telah memasang rambu lalu lintas tanda bahaya agar pengendara lebih berhati-hati.
(luq)
Lihat Juga :