Kasus Dugaan Pungli di TPU Cikadut Bandung, Polisi Bilang Begini
Senin, 12 Juli 2021 - 17:21 WIB
loading...
A
A
A
"Kami tegaskan, apabila Redi tidak bersalah, maka Redi akan kami hidupkan kembali untuk menjadi pegawai PHL yang mendapat honorarium, itu saja," katanya.
Seperti diketahui, kasus dugaan pungli terhadap ahli waris kembali terjadi di pemakaman khusus COVID-19 di TPU Cikadut, Kota Bandung. Kasus tersebut dialami warga Bandung bernama Yunita Tambunan yang hendak memakamkan ayahnya di TPU Cikadut, Selasa (6/7/2021) malam lalu.
"Waktu saya datang ke TPU Cikadut mengurus rencana pemakaman papa saya, saya di datangi oleh R (Koordinator C TPU Cikadut). Dia minta uang Rp 4 juta untuk biaya pemakaman papa. Dia bilang bahwa liang lahat sudah disiapkan. Saya bertanya. Kenapa saya harus bayar pak? R mengatakan bahwa, kalau non muslim tidak ditanggung pemerintah," tutur Yunita Tambunan.
Karena jenazah harus segera dimakamkan, akhirnya Yunita Tambunan pun melakukan negosiasi dengan oknum petugas TPU Cikadut berinisial R tersebut.
"Karena waktu sudah semakin mendesak, saya minta keringanan sama beliau, alasannya saya sampaikan kepada Pak R, pak kiranya punya hati sama saya pak karena saya tidak menginginkan papa saya meninggal karena COVID-19 apalagi sekarang ada PPKM Darurat, sehingga pendapatan kami berkurang serta biaya hidup tinggi," ungkapnya.
Seperti diketahui, kasus dugaan pungli terhadap ahli waris kembali terjadi di pemakaman khusus COVID-19 di TPU Cikadut, Kota Bandung. Kasus tersebut dialami warga Bandung bernama Yunita Tambunan yang hendak memakamkan ayahnya di TPU Cikadut, Selasa (6/7/2021) malam lalu.
"Waktu saya datang ke TPU Cikadut mengurus rencana pemakaman papa saya, saya di datangi oleh R (Koordinator C TPU Cikadut). Dia minta uang Rp 4 juta untuk biaya pemakaman papa. Dia bilang bahwa liang lahat sudah disiapkan. Saya bertanya. Kenapa saya harus bayar pak? R mengatakan bahwa, kalau non muslim tidak ditanggung pemerintah," tutur Yunita Tambunan.
Karena jenazah harus segera dimakamkan, akhirnya Yunita Tambunan pun melakukan negosiasi dengan oknum petugas TPU Cikadut berinisial R tersebut.
"Karena waktu sudah semakin mendesak, saya minta keringanan sama beliau, alasannya saya sampaikan kepada Pak R, pak kiranya punya hati sama saya pak karena saya tidak menginginkan papa saya meninggal karena COVID-19 apalagi sekarang ada PPKM Darurat, sehingga pendapatan kami berkurang serta biaya hidup tinggi," ungkapnya.
(don)
Lihat Juga :