Proyek Pertamina-Rosneft di Tuban Topang Realisasi Investasi PMA Jawa Timur
Senin, 12 Juli 2021 - 11:59 WIB
loading...
A
A
A
"Sejalan dengan nasional, penurunan pertumbuhan PMDN pada periode laporan ditengarai disebabkan oleh korporasi dalam negeri yang masih dalam tahap awal pemulihan," kata Kepala Perwakilan BI Jatim, Difi Ahmad Johansyah, Senin (12/7/2021).
Selain itu, pelaku usaha di Jatim ditengarai lebih banyak menggunakan dana internal perusahaan dalam pembiayaan investasi pada triwulan I 2021. Di tengah peningkatan kinerja investasi, kredit investasi perbankan umum Jatim pada periode laporan tumbuh melambat. Dari 3,79% (yoy) pada triwulan IV 2020 menjadi -5,36% (yoy) pada triwulan IV 2021. "Pelaku usaha ditengarai masih berhati-hati dalam menggunakan pembiayaan dalam bentuk kredit," tandas Difi.
Sementara itu, peningkatan kinerja investasi triwulan I 2021 didorong oleh peningkatan kepercayaan pelaku usaha. Ini sejalan dengan kegiatan vaksinasi yang berjalan sesuai jadwal. Hal itu berimplikasi pada semakin luasnya pembukaan sektor-sektor produktif.
"Kinerja investasi Jatim pada triwulan I 2021 tumbuh -2,68% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan IV 2020 yang tumbuh sebesar -7,64% (yoy)," pungkas Difi.
Selain itu, pelaku usaha di Jatim ditengarai lebih banyak menggunakan dana internal perusahaan dalam pembiayaan investasi pada triwulan I 2021. Di tengah peningkatan kinerja investasi, kredit investasi perbankan umum Jatim pada periode laporan tumbuh melambat. Dari 3,79% (yoy) pada triwulan IV 2020 menjadi -5,36% (yoy) pada triwulan IV 2021. "Pelaku usaha ditengarai masih berhati-hati dalam menggunakan pembiayaan dalam bentuk kredit," tandas Difi.
Sementara itu, peningkatan kinerja investasi triwulan I 2021 didorong oleh peningkatan kepercayaan pelaku usaha. Ini sejalan dengan kegiatan vaksinasi yang berjalan sesuai jadwal. Hal itu berimplikasi pada semakin luasnya pembukaan sektor-sektor produktif.
"Kinerja investasi Jatim pada triwulan I 2021 tumbuh -2,68% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan IV 2020 yang tumbuh sebesar -7,64% (yoy)," pungkas Difi.
(msd)
Lihat Juga :