20 Ribu Pelajar SD-SMP di Surabaya Disuntik Vaksin COVID-19, Semakin Yakin Sekolah Tatap Muka
Minggu, 11 Juli 2021 - 19:35 WIB
loading...
A
A
A
“Setelah disuntik kita diberi informasi mengenai vaksin selanjuutnya. Tidak ada antrean juga, jadi ayo teman-teman segera vaksin supaya kita sehat dan tidak gampang tertular COVID-19,” jelasnya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menuturkan, pelaksaaan vaksinasi bagi pelajar hari ini menyasar sekitar 20 ribu pelajar hingga pukul 16.00 WIB. Ia menyebut, puluhan ribu pelajar itu tidak perlu antre sebab telah dikoordinir oleh masing-masing sekolah sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
“Seperti yang kita lihat, tidak ada pelajar yang antre. Jadi masuk, isi formulir, menuju meja skrining, kemudian suntik. Buktinya, ini sampai kosong tidak terjadi penumpukan,” kata Eri.
Baca juga: Wanita Blitar Tewas Telanjang di Kamar, Diduga Dibunuh Suami dengan Dibekap dan Dipukul Benda Tumpul
Hal itu bisa terjadi karena para pelajar ini sudah dijadwal dan datang sesuai jadwal yang ditentukan. Ia mencontohkan, setiap sekolah sudah diatur jadwal oleh Dinas Pendidikan. Seperti misalnya sekolah A, mereka dijadwalkan vaksin pukul 07.00-08.00 Wib. Maka, jangan sampai tiba di lokasi sebelum pukul 07.00 Wib. Dengan begitu, tidak ada lagi peserta yang antre atau menunggu lama untuk mendapatkan suntik vaksin COVID-19.
Eri menambahkan, untuk saat ini pihaknya sedang mengajukan permintaan tambahan dosis vaksin sekitar 1 jutaan kepada kementerian kesehatan. Dari angka itu, rencananya Eri bakal mendistribusikan kepada pelajar SD-SMP, dan warga usia 18 tahun ke atas. Baginya, vaksin anak tersebut menjadi penting dilakukan agar mempercepat mencapai herd imunity bagi anak-anak.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menuturkan, pelaksaaan vaksinasi bagi pelajar hari ini menyasar sekitar 20 ribu pelajar hingga pukul 16.00 WIB. Ia menyebut, puluhan ribu pelajar itu tidak perlu antre sebab telah dikoordinir oleh masing-masing sekolah sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
“Seperti yang kita lihat, tidak ada pelajar yang antre. Jadi masuk, isi formulir, menuju meja skrining, kemudian suntik. Buktinya, ini sampai kosong tidak terjadi penumpukan,” kata Eri.
Baca juga: Wanita Blitar Tewas Telanjang di Kamar, Diduga Dibunuh Suami dengan Dibekap dan Dipukul Benda Tumpul
Hal itu bisa terjadi karena para pelajar ini sudah dijadwal dan datang sesuai jadwal yang ditentukan. Ia mencontohkan, setiap sekolah sudah diatur jadwal oleh Dinas Pendidikan. Seperti misalnya sekolah A, mereka dijadwalkan vaksin pukul 07.00-08.00 Wib. Maka, jangan sampai tiba di lokasi sebelum pukul 07.00 Wib. Dengan begitu, tidak ada lagi peserta yang antre atau menunggu lama untuk mendapatkan suntik vaksin COVID-19.
Eri menambahkan, untuk saat ini pihaknya sedang mengajukan permintaan tambahan dosis vaksin sekitar 1 jutaan kepada kementerian kesehatan. Dari angka itu, rencananya Eri bakal mendistribusikan kepada pelajar SD-SMP, dan warga usia 18 tahun ke atas. Baginya, vaksin anak tersebut menjadi penting dilakukan agar mempercepat mencapai herd imunity bagi anak-anak.
Lihat Juga :