Bupati Lamandau Borong Jualan Pedagang saat Operasi PPKM Mikro di Nanga Bulik
Kamis, 08 Juli 2021 - 16:19 WIB
loading...
Usai sembuh dari Covid-19, Bupati Lamandau Hendra Lesmana tampak aktif melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid19 di Nanga Bulik.
A
A
A
NANGA BULIK - Usai sembuh dari Covid-19, Bupati Lamandau Hendra Lesmana tampak aktif melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 di Nanga Bulik.
Seperti yang terlihat pada Rabu (7/72021) malam, orang nomor wahid di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah ini memimpin langsung patroli di kota Nanga Bulik yang memiliki tujuan menyosialisasikan tentang pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro.
Bupati dan tim terlihat menyambangi kedai, kafe, warung makan di wilayah Kota Nanga Bulik. Di lokasi Bupati Hendra secara langsung memberikan sosialisasi kepada masyarakat maupun pemilik tempat usaha.
Bupati terlihat melakukan pendekatan secara persuasif kepada pemilik usaha atau warung makan yang ia singgahi. Dia menjelaskan jika dirinya ingin masyarakat tetap sehat, bukan serta merta meminta pedagang untuk melakukan pembatasan aktivitas tanpa alasan.
"Kita tidak melarang bapak dan ibu berjualan ya, silahkan berdagang, hanya saja karena kondisi pandemi dan Lamandau masuk kategori daerah yang harus melakukan Pengetatan PPKM Mikro maka kita harus melakukan penyesuaian-penyesuaian," ujarnya.
Dia meminta pedagang berjualan dengan jam operasional yang dibatasi sampai pukul 20.00. Kemudian untuk sementara tidak boleh melayani makan di tempat, namun diubah menjadi pelayanan pesan-bungkus atau bisa juga pesan-antar.
Ada beberapa tempat yang Bupati Hendra datangi, seperti penjual bakso, martabak, nasi goreng dan para pedagan kaki lima yang menyediakan makanan siap saji. Bupati mengaku yakin jika situasi yang ada tidak mengenakkan dan mempengaruhi pendapatan para pedagang. Sontak secara spontan Bupati Hendra memberi sejumlah uang bagi para pedagang dari kantong pribadi.
Seperti yang terlihat pada Rabu (7/72021) malam, orang nomor wahid di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah ini memimpin langsung patroli di kota Nanga Bulik yang memiliki tujuan menyosialisasikan tentang pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro.
Bupati dan tim terlihat menyambangi kedai, kafe, warung makan di wilayah Kota Nanga Bulik. Di lokasi Bupati Hendra secara langsung memberikan sosialisasi kepada masyarakat maupun pemilik tempat usaha.
Bupati terlihat melakukan pendekatan secara persuasif kepada pemilik usaha atau warung makan yang ia singgahi. Dia menjelaskan jika dirinya ingin masyarakat tetap sehat, bukan serta merta meminta pedagang untuk melakukan pembatasan aktivitas tanpa alasan.
"Kita tidak melarang bapak dan ibu berjualan ya, silahkan berdagang, hanya saja karena kondisi pandemi dan Lamandau masuk kategori daerah yang harus melakukan Pengetatan PPKM Mikro maka kita harus melakukan penyesuaian-penyesuaian," ujarnya.
Dia meminta pedagang berjualan dengan jam operasional yang dibatasi sampai pukul 20.00. Kemudian untuk sementara tidak boleh melayani makan di tempat, namun diubah menjadi pelayanan pesan-bungkus atau bisa juga pesan-antar.
Ada beberapa tempat yang Bupati Hendra datangi, seperti penjual bakso, martabak, nasi goreng dan para pedagan kaki lima yang menyediakan makanan siap saji. Bupati mengaku yakin jika situasi yang ada tidak mengenakkan dan mempengaruhi pendapatan para pedagang. Sontak secara spontan Bupati Hendra memberi sejumlah uang bagi para pedagang dari kantong pribadi.
Lihat Juga :