Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Universitas ARS Bandung Rangkul UMKM Atasi Dampak Pandemi COVID-19

loading...
Universitas ARS Bandung Rangkul UMKM Atasi Dampak Pandemi COVID-19
Universitas ARS Bandung merangkul para pelaku UMKM terdampak pandemi COVID-19 melalui workshop virtual. Foto/Istimewa
BANDUNG - Pemberlakuan pembatasan sosial di tengah lonjakan kasus COVID-19 telah berdampak langsung kepada para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Pembatasan sosial menyebabkan pendapatan pelaku UMKM merosot tajam akibat sepinya pembeli, seperti yang dialami para pelaku UMKM, khususnya UMKM kuliner di Bandung.

Melihat kondisi tersebut, Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya (ARS) Bandung berupaya memberikan solusi lewat kegiatan workshop virtual bertema "Komunikasi Pemasaran dan Pemanfaatan Media Sosial dalam Meningkatkan Jumlah Konsumen di Tengah Pemberlakuan Pembatasan Sosial" sebagai perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Universitas ARS Bandung berupaya memberikan pemahaman kepada para pelaku UMKM untuk menyiasati kondisi di tengah pembatasan sosial, khususnya melalui pemanfaatan media digital melalui tim dosen yang beranggotakan Yulia Sariwaty, Rani Rahmayani Oktaviani, dan Femi Oktaviani. Baca juga: Danone Indonesia Dukung Kemajuan UMKM di Masa Pandemi

Menurut Yulia Sariwaty, dalam kegiatan yang digelar 11-12 Juni 2021 lalu itu, terungkap bahwa salah satu masalah yang dialami para pelaku UMKM adalah kurangnya pemahaman mengenai fungsi branding sebagai kunci dalam menjaga keberlangsungan produk dan hanya berfokus pada penjualan saja.



"Oleh karenanya, pelaku UMKM harus membuat brand produk yang membangun ikatan emosional dengan konsumennya, baik dari segi nama, logo, maupun tagline," papar Yulia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/7/2021).

Yulia menyatakan, brand harus menarik untuk membangun citra dimana produk yang dipasarkan berbeda dengan produk sejenis yang sudah ada di pasaran, sehingga menumbuhkan fanatisme konsumen terhadap brand dari produk yang dipasarkan.

Tim dosen lainnya, Rani Rahmayani mengatakan bahwa untuk menjangkau target pasar dan mengubah merek menjadi konsumen, para pelaku UMKM juga harus menguasai strategi pemasaran.

"Strategi pemasaran yaitu mempercepat pertumbuhan perusahaan, membangun reputasi, meningkatkan brand awareness, membidik pangsa pasar yang tepat, dan memastikan perusahaan memaksimalkan sumber daya yang dimiliki," katanya seraya menegaskan bahwa strategi yang tepat saat ini, yakni mengoptimalkan digital marketing.

Namun, menurut Rani, untuk optimalisasi digital marketing, para pelaku UMK terlebih dahulu harus memahami customer journey/customer experience, omni channel, dan social media enggament. "Hal tersebut berhubungan dengan frame work digital marketing, yakni define strategy, choosing audience, choosing channel, dan choosing budgeting," sebutnya.

Lebih lanjut, Femi Oktaviani memberikan masukan kepada para pelaku UMKM, agar memahami konsep 5A, yaitu Aware, Appeal, Ask, Act, dan Advocate untuk mengetahui, mencari, membeli, serta mengadvokasi brand atau produk.



"Penentuan marketing objective pun sangatlah penting dengan memperhatikan establish need for category, build brand awareness, build brand attitude, dan influence brand purchase intention," paparnya. Baca juga: Kenaikan Pagu Kredit BRI Dorong Kebangkitan UMKM

Penggunaan media dalam digital marketing, tambah Femi, para pelaku UMKM dapat menggunakan media paid media, owned media, serta earned media. Media tersebut menurutnya sangat menentukan objek digital campaign apa yang akan dipilih dalam memasarkan produk/brand.

Selain materi branding, strategi pemasaran, dan digital marketing, para peserta workshop digital yang didominasi pelaku UMKM kuliner tersebut juga mendapatkan materi tentang konten pemasaran media sosial oleh dosen Universitas ARS lainnya, Ferdinandus Ngare.

(don)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top