Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Garang Tegak Miras dan Tak Pakai Masker, 2 Pemuda di Tuban Nangis Terjaring Razia Prokes

loading...
Garang Tegak Miras dan Tak Pakai Masker, 2 Pemuda di Tuban Nangis Terjaring Razia Prokes
Petugas gabungan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, terus menggencarkan razia protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran dan penularan COVID-19. Foto/iNews TV/Pipiet Wibawanto
TUBAN - Dua pemuda di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, terjaring razia protokol kesehatan (Prokes) oleh tim gabungan. Keduanya ditangkap saat asyik menegak minuman keras (Miras), dan tidak mengenakan masker.

Baca juga: Gempar Muncul Klaster Pabrik Miras, 13 Warga Desa Pandanlandung Positif COVID-19

Pemuda yang awalnya garang sambil menenteng miras tersebut, akhirnya nangis begitu terjaring razia petugas gabungan dalam rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat . Selain itu, petugas gabungan juga menjaring 50 orang pelanggar prokes.





Tim gabungan dari Polri, Satpol PP, TNI, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Tuban, terus gencar meningkatkan razia pelanggaran prokes , seiring dengan meningkatnya kasus penularan COVID-19.

Baca juga: Senang Bisa Pulang Kampung, Jenderal Polisi Bintang 2 Ini Langsung Nyatakan Perang Lawan Narkoba

Kawasan yang menjadi sasaran razia prokes selama PPKM Darurat tersebut, antara lain di Alun-alun Kabupaten Tuban, serta pusat keramaian lainnya. Warga yang kedapatan tidak mengenakan masker langsung dihentikan.

Menurut Kepala Sabhara Polres Tuban, AKP Chakim Amrullah, pelaksanaan patroli gabungan ini dalam rangka pencegahan dan penindakan disiplin prokes dan penerapan PPKM Darurat . "Kami masih mendapati banyak masyarakat yang melanggar prokes," tegasnya.

Baca juga: Rembang Gempar, COVID-19 Menggila Warga Ramai-ramai Antre Beli Obat

Selain pelanggaran tidak mengenakan masker saat berada di luar rumah. Petugas gabungan juga mendapati sejumlah cafe yang tetap beroperasi hingga larut malam. "Karena ada jam malam, maka langsung kami minta tutup dan pengunjungnya kami bubarkan ," ungkap Chakim.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top