PPKM Darurat Bakal Diberlakukan, 1 Kampung di Kota Malang Lockdown
Kamis, 01 Juli 2021 - 15:17 WIB
loading...
Klaster kerja bakti muncul di RT 11 RW 2 Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, sebanyak 15 warga positif COVID-19. Foto/iNews TV/Deni Irwansyah
A
A
A
MALANG - Jelang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali, pada 3-20 Juli 2021. Satu kampung di Kota Malang, terpaksa ditutup total setelah 15 warganya dinyatakan positif COVID-19 .
Baca juga: Tarik Rem Darurat, Pemerintah Dapat Belajar dari Pembatasan Sosial di New Delhi
Klaster baru penularan COVID-19 ini terjadi, usai warga di RT 11 RW 2 Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, menggelar kerja bakti. Akibat munculnya klaster baru penularan COVID-19 , perkampungan padat penduduk di tepi Sungai Brantas ini ditutup total dari aktivitas warga.
Upaya tracing dan testing juga dilakukan terhadap 34 warga yang sempat melakukan kontak erat dengan 15 orang yang telah dinyatakan positif COVID-19 . Warga juga menyediakan oksigen, serta melakukan penyemprotan disinfektan.
Baca juga: Tangis Pecah di Boyolali, Nyawa Perangkat Desa Melayang Usai Dibakar Hidup-hidup
Ketua RT 11, Sunaryo mengaku, pembatasan aktivitas ini dilakukan untuk menekan penularan COVID-19 . "Sejumlah warga juga berjaga di pintu masuk permukiman, untuk bergotong royong menjaga kampung," tegasnya.
Baca juga: Garang Berseragam Polisi, Pria di Manado Ini Nangis Saat Dibekuk Timsus Maleo
Sebanyak 15 warga yang positif COVID-19 , kini menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing, dengan penjagaan ketat warga. "Mereka yang menjalani isolasi mandiri, kami beri bantuan logistik untuk kebutuhan sehari-hari. Tiga tabung oksigen juga disediakan, karena ada tiga lansia yang mengalami sesak nafas," tutur Sunaryo.
Baca juga: Tarik Rem Darurat, Pemerintah Dapat Belajar dari Pembatasan Sosial di New Delhi
Klaster baru penularan COVID-19 ini terjadi, usai warga di RT 11 RW 2 Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, menggelar kerja bakti. Akibat munculnya klaster baru penularan COVID-19 , perkampungan padat penduduk di tepi Sungai Brantas ini ditutup total dari aktivitas warga.
Upaya tracing dan testing juga dilakukan terhadap 34 warga yang sempat melakukan kontak erat dengan 15 orang yang telah dinyatakan positif COVID-19 . Warga juga menyediakan oksigen, serta melakukan penyemprotan disinfektan.
Baca juga: Tangis Pecah di Boyolali, Nyawa Perangkat Desa Melayang Usai Dibakar Hidup-hidup
Ketua RT 11, Sunaryo mengaku, pembatasan aktivitas ini dilakukan untuk menekan penularan COVID-19 . "Sejumlah warga juga berjaga di pintu masuk permukiman, untuk bergotong royong menjaga kampung," tegasnya.
Baca juga: Garang Berseragam Polisi, Pria di Manado Ini Nangis Saat Dibekuk Timsus Maleo
Sebanyak 15 warga yang positif COVID-19 , kini menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing, dengan penjagaan ketat warga. "Mereka yang menjalani isolasi mandiri, kami beri bantuan logistik untuk kebutuhan sehari-hari. Tiga tabung oksigen juga disediakan, karena ada tiga lansia yang mengalami sesak nafas," tutur Sunaryo.
(eyt)
Lihat Juga :