Terjadi Antrean Panjang Pemakaman Jenazah COVID-19, Petugas Meminta Pemahaman Warga
Selasa, 29 Juni 2021 - 11:55 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Dialog dengan Bupati Diganggu, Ratusan Kades Bentrok Lawan Anggota LSM
"Paling saya memberikan mereka jeda waktu, sebelum jenazah ke sini sebaiknya tahan di rumah sakit. Kalau ada yang datang dan ingin buru-buru, saya ajak ke lokasi biar dia langsung tahu seperti apa di lapangan. Akhirnya paham," katanya.
Sebelumnya, dia mengaku bersyukur mendapat bantuan APD dan perlengkapan lainnya. "Seneng lah. Alhamdulillah ada Pak Yana ke sini. Terima kasih juga ada APD dan sembako. Lumayan buat anak istri di rumah," kata Asep.
Baca juga: Terjang Deliserdang, Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah dan Tewaskan 1 Bocah
Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengakui, para petugas cukup kewalahan dengan banyaknya angka kematian COVID-19 di Bandung. Karena biasanya menyiapkan 10 liang lahat/hari, kini jumlahnya naik hingga 3-4 kali lipat. "Karena kalau manual bisa 2-3 jam/satu lubang. Sementara per hari bisa 30-40 makam. Bisa dibayangkan tingkat kelelahannya," kata Yana.
"Paling saya memberikan mereka jeda waktu, sebelum jenazah ke sini sebaiknya tahan di rumah sakit. Kalau ada yang datang dan ingin buru-buru, saya ajak ke lokasi biar dia langsung tahu seperti apa di lapangan. Akhirnya paham," katanya.
Sebelumnya, dia mengaku bersyukur mendapat bantuan APD dan perlengkapan lainnya. "Seneng lah. Alhamdulillah ada Pak Yana ke sini. Terima kasih juga ada APD dan sembako. Lumayan buat anak istri di rumah," kata Asep.
Baca juga: Terjang Deliserdang, Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah dan Tewaskan 1 Bocah
Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengakui, para petugas cukup kewalahan dengan banyaknya angka kematian COVID-19 di Bandung. Karena biasanya menyiapkan 10 liang lahat/hari, kini jumlahnya naik hingga 3-4 kali lipat. "Karena kalau manual bisa 2-3 jam/satu lubang. Sementara per hari bisa 30-40 makam. Bisa dibayangkan tingkat kelelahannya," kata Yana.
(eyt)
Lihat Juga :