Perseroda Sulsel dan Balitsereal Teken MoU Penyediaan Benih Jagung Hibrida
Jum'at, 25 Juni 2021 - 15:42 WIB
loading...
Penandatanganan MoU antara Perseroda Sulsel dan Balitsereal Maros, Jumat (25/6). Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - PT SCI Perseroda BUMD Sulsel kembali menunjukkan peran nyata mendukung sektor pertanian di Sulsel. Itu ditunjukkan lewat MoU lisensi benih jagung hibrida yang diteken Dirut Perseroda Sulsel , Taufik Fachrudin dan Kepala Balai Penelitian Tanaman Serelia (Balitsereal) Maros, M Azarai, Jumat (25/6).
Perjanjian antara Perseroda BUMD Sulsel dan Balitsereal Maros ini adalah kerja sama lisensi jagung hibrida untuk 2 varietas. Nantinya, Balitsereal akan menyediakan parents seed hasil pemurnian asli. Ini untuk memenuhi kebutuhan usaha tani penangkaran benih jagung hibrida yang dilakukan Perseroda Sulsel .
Baca juga:Gubernur Gandeng Perseroda dan Bank Sulselbar Sejahterakan Petani
Aerin Nizar, Dirut Unit Agribisnis Perseroda menyatakan, BUMD Sulsel telah menjadi agen penting pembangunan pertanian Sulsel.
" Perseroda sebagai BUMD yang 99% sahamnya dimiliki oleh pemerintah daerah, dalam berbisnis tentunya akan selalu lebih berpihak kepada kepentingan masyarakat daripada kepentingan perusahaan," terang Aerin dalam siaran pers yang diterima SINDOnews.
Aerin menambahkan, dalam bisnis perbenihan, Perseroda bukanlah pemain baru, karena sejak beberapa tahun sudah melakukan penangkaran dan produksi benih jagung hibrida di lahan 100 HA. Perseroda menargetkan akan terus menambah lahan penangkaran benih dengan total luas tanam 600 HA sampai dengan tahun 2023.
"Unit Agribisnis Perseroda juga akan kembali bekerja sama dengan para petani mitra penangkar benih jagung hibrida di Sulsel," sambung Aerin.
Baca juga:Perseroda Sulsel Gandeng Widodo Group Kembangkan Agro Industri
Sementara itu, Azarai menyampaikan, benih jagung hibrida hasil pemurnian Balitsereal Maros sebagai contoh NASA-29 adalah varietas yang paling diminati, karena tahan penyakit dan produksinya tinggi.
Ia menambahkan, salah satu perusahaan benih di Jawa Timur yang mengambil parents seed Balitsereal Maros bahkan telah berhasil menangkar benih jagung hibrida dengan hasil panen tongkol benih F0 sebesar 9–10 ton per hektare.
Sedangkan untuk hasil panen benih F1 nya dapat menghasilkan sampai dengan 13,5 ton per hektare. Oleh karena itu kata dia, parents seed yang dikerjasamakan antara Perseroda dan Balitsereal ini tentunya memiliki peluang bisnis yang sangat menjanjikan.
Sementara itu, Dirut Perseroda , Taufik Fachrudin mengaku bangga atas capaian unit usaha agribisnis sepanjang tahun 2020-2021 ini. Ia berharap support dan asistensi lanjutan dari Balitsereal terus terjalin.
Baca juga:Gubernur Sulsel Saksikan Penandatanganan Kontrak Kerja Twin Tower
Dirut Perseroda menyampaikan, bahwa dalam memproduksi benih asli hasil BUMD Sulsel ini, jaminan atas mutu dan keunggulan benih jagung hibrida menjadi fokus perhatian untuk selalu dijaga.
"Agar hasil panen bisa optimal dan menguntungkan petani," pungkas Dirut Perseroda.
Perjanjian antara Perseroda BUMD Sulsel dan Balitsereal Maros ini adalah kerja sama lisensi jagung hibrida untuk 2 varietas. Nantinya, Balitsereal akan menyediakan parents seed hasil pemurnian asli. Ini untuk memenuhi kebutuhan usaha tani penangkaran benih jagung hibrida yang dilakukan Perseroda Sulsel .
Baca juga:Gubernur Gandeng Perseroda dan Bank Sulselbar Sejahterakan Petani
Aerin Nizar, Dirut Unit Agribisnis Perseroda menyatakan, BUMD Sulsel telah menjadi agen penting pembangunan pertanian Sulsel.
" Perseroda sebagai BUMD yang 99% sahamnya dimiliki oleh pemerintah daerah, dalam berbisnis tentunya akan selalu lebih berpihak kepada kepentingan masyarakat daripada kepentingan perusahaan," terang Aerin dalam siaran pers yang diterima SINDOnews.
Aerin menambahkan, dalam bisnis perbenihan, Perseroda bukanlah pemain baru, karena sejak beberapa tahun sudah melakukan penangkaran dan produksi benih jagung hibrida di lahan 100 HA. Perseroda menargetkan akan terus menambah lahan penangkaran benih dengan total luas tanam 600 HA sampai dengan tahun 2023.
"Unit Agribisnis Perseroda juga akan kembali bekerja sama dengan para petani mitra penangkar benih jagung hibrida di Sulsel," sambung Aerin.
Baca juga:Perseroda Sulsel Gandeng Widodo Group Kembangkan Agro Industri
Sementara itu, Azarai menyampaikan, benih jagung hibrida hasil pemurnian Balitsereal Maros sebagai contoh NASA-29 adalah varietas yang paling diminati, karena tahan penyakit dan produksinya tinggi.
Ia menambahkan, salah satu perusahaan benih di Jawa Timur yang mengambil parents seed Balitsereal Maros bahkan telah berhasil menangkar benih jagung hibrida dengan hasil panen tongkol benih F0 sebesar 9–10 ton per hektare.
Sedangkan untuk hasil panen benih F1 nya dapat menghasilkan sampai dengan 13,5 ton per hektare. Oleh karena itu kata dia, parents seed yang dikerjasamakan antara Perseroda dan Balitsereal ini tentunya memiliki peluang bisnis yang sangat menjanjikan.
Sementara itu, Dirut Perseroda , Taufik Fachrudin mengaku bangga atas capaian unit usaha agribisnis sepanjang tahun 2020-2021 ini. Ia berharap support dan asistensi lanjutan dari Balitsereal terus terjalin.
Baca juga:Gubernur Sulsel Saksikan Penandatanganan Kontrak Kerja Twin Tower
Dirut Perseroda menyampaikan, bahwa dalam memproduksi benih asli hasil BUMD Sulsel ini, jaminan atas mutu dan keunggulan benih jagung hibrida menjadi fokus perhatian untuk selalu dijaga.
"Agar hasil panen bisa optimal dan menguntungkan petani," pungkas Dirut Perseroda.
(luq)
Lihat Juga :