Penanganan Covid-19 Kota Makassar Perlu Dievaluasi
Selasa, 22 Juni 2021 - 12:30 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga:Uji Coba Sekolah Tatap Muka di Pulau Mulai Dilakukan
“Perlu evaluasi pelaksanaan pengendalian selama ini, khususnya upaya penemuan kasus melalui test, trace dan isolasi yang selama ini dilakukan, dan segera dilakukan perbaikan untuk memutuskan rantai penularan. Termasuk pengawasan terhadap kasus dengan isolasi mandiri. Peningkatan kasus baru setiap minggunya akan berakibat pada meningkatkan hunian di RS karena Covid ," ujarnya.
Dia juga meminta agar swab massal di Puskesmas kembali diintensifkan. “Jadi menyiapkan semua Puskesmas untuk bisa melakukan swab massal kembali dan menginformasikan ke masyarakat untuk segera ke Puskesmas jika ada gejala atau pernah kontak dengan orang yang diketahui positif Covid-19 ," tuturnya.
Lebih jauh beberapa kasus juga memerlukan penanganan khusus, seperti kasus Apartemen Sudirman. Menurutnya pemkot perlu mengivestigasi kasus tersebut.“Apakah pekerja ini tertular di daerahnya baru datang ke Makassar. Atau mereka tertular di Makassar ada super spreader. Jadi perlu dicek kapan tibanya mereka di Makassar," tuturnya.
Baca juga:Disdik Makassar Pastikan Sekolah Tatap Muka Digelar Juli
Hal ini dilakukan agar penjejakan mudah dilakulan ke depannya. Utamanya antisipasi adanya kasus baru virus Covid-19 Delta.
Menanggapi lonjakan kasus di Kota Makassar, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto memastikan akan meniadakan aktivitas malam Minggu jika kasus harian mencapai 50 kasus. Hal ini guna mengurangi tingkat penularan Covid-19 . Apalagi akhir pekan mobilitas masyarakat dianggap meningkat.“Jadi khusus untuk malam Minggu saya matikan (aktivitas) kalau sampai 50 kasus per hari,” tegasnya.
“Perlu evaluasi pelaksanaan pengendalian selama ini, khususnya upaya penemuan kasus melalui test, trace dan isolasi yang selama ini dilakukan, dan segera dilakukan perbaikan untuk memutuskan rantai penularan. Termasuk pengawasan terhadap kasus dengan isolasi mandiri. Peningkatan kasus baru setiap minggunya akan berakibat pada meningkatkan hunian di RS karena Covid ," ujarnya.
Dia juga meminta agar swab massal di Puskesmas kembali diintensifkan. “Jadi menyiapkan semua Puskesmas untuk bisa melakukan swab massal kembali dan menginformasikan ke masyarakat untuk segera ke Puskesmas jika ada gejala atau pernah kontak dengan orang yang diketahui positif Covid-19 ," tuturnya.
Lebih jauh beberapa kasus juga memerlukan penanganan khusus, seperti kasus Apartemen Sudirman. Menurutnya pemkot perlu mengivestigasi kasus tersebut.“Apakah pekerja ini tertular di daerahnya baru datang ke Makassar. Atau mereka tertular di Makassar ada super spreader. Jadi perlu dicek kapan tibanya mereka di Makassar," tuturnya.
Baca juga:Disdik Makassar Pastikan Sekolah Tatap Muka Digelar Juli
Hal ini dilakukan agar penjejakan mudah dilakulan ke depannya. Utamanya antisipasi adanya kasus baru virus Covid-19 Delta.
Menanggapi lonjakan kasus di Kota Makassar, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto memastikan akan meniadakan aktivitas malam Minggu jika kasus harian mencapai 50 kasus. Hal ini guna mengurangi tingkat penularan Covid-19 . Apalagi akhir pekan mobilitas masyarakat dianggap meningkat.“Jadi khusus untuk malam Minggu saya matikan (aktivitas) kalau sampai 50 kasus per hari,” tegasnya.
Lihat Juga :