Perajin Rotan di Gresik Hadapi Kendala Serius Akibat COVID-19, Akademisi Turun Tangan
Senin, 21 Juni 2021 - 18:02 WIB
loading...
A
A
A
Selama pelatihan, Departemen Ekonomi Syariah FEB Unair mendatangkan para pakar yang kompeten. Salah satunya adalah Yusuf Fikri Efendi dari UPT Industri Kayu dan Produk Kayu Pasuruan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur. Yusuf banyak memaparkan tentang manajemen dan rebranding yang dapat dilakukan oleh industri kerajinan rotan dalam menghadapi situasi sulit akibat pandemi COVID-19.
Menurut Yusuf, pandemi COVID-19 harus disikapi dengan bijak. Para pelaku UMKM harus mampu menghadirkan terobosan yang luar biasa dengan berbagai inovasi agar tidak tergerus. Kolaborasi antar perajin juga sangat penting. "Apabila pada sebelumnya para pengrajin bersaing, pada saat ini dibutuhkan kolaborasi antar pengrajin. Jenis-jenis produksi juga harus lebih beragam. Seperti kursi dari rotan, sekarang itu banyak diminati oleh kaum milenial, juga para pemiliki kedai kopi," tuturnya.
Baca juga: Nyalakan Tanda Bahaya, 19 Kasus COVID-19 Asal India Terdeteksi di Jatim
Selain kolaborasi dan inovasi, praktisi bisnis online dan mahasiswa progam master in Enterpreneurship and Innovation Universitas Kebangsaan Malaysia, Yasinta Suci, mengatakan dari sisi pemasaran para perajin rotan harus mengikuti kebiasaan masyarakat modern yang mengandalkan gadget dalam aktifitasnya. Mesin pencarian di internet menjadi salah satu sarana memilih produk sebelum memutuskan berbelanja.
"Untuk menarik minat calon konsumen, maka dibutuhkan marketplace disertai foto produk yang juga menarik," ucapnya. Ia berharap para pelaku usaha mampu meningkatkan penjualan melalui online tersebut. Mengingat saat ini transformasi digital menjadi pintu masuk bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk merambah pasar domestik dan global.
Baca juga: Kasus COVID-19 Menggila, Pemkot Medan Tetap Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka
Menurut Yusuf, pandemi COVID-19 harus disikapi dengan bijak. Para pelaku UMKM harus mampu menghadirkan terobosan yang luar biasa dengan berbagai inovasi agar tidak tergerus. Kolaborasi antar perajin juga sangat penting. "Apabila pada sebelumnya para pengrajin bersaing, pada saat ini dibutuhkan kolaborasi antar pengrajin. Jenis-jenis produksi juga harus lebih beragam. Seperti kursi dari rotan, sekarang itu banyak diminati oleh kaum milenial, juga para pemiliki kedai kopi," tuturnya.
Baca juga: Nyalakan Tanda Bahaya, 19 Kasus COVID-19 Asal India Terdeteksi di Jatim
Selain kolaborasi dan inovasi, praktisi bisnis online dan mahasiswa progam master in Enterpreneurship and Innovation Universitas Kebangsaan Malaysia, Yasinta Suci, mengatakan dari sisi pemasaran para perajin rotan harus mengikuti kebiasaan masyarakat modern yang mengandalkan gadget dalam aktifitasnya. Mesin pencarian di internet menjadi salah satu sarana memilih produk sebelum memutuskan berbelanja.
"Untuk menarik minat calon konsumen, maka dibutuhkan marketplace disertai foto produk yang juga menarik," ucapnya. Ia berharap para pelaku usaha mampu meningkatkan penjualan melalui online tersebut. Mengingat saat ini transformasi digital menjadi pintu masuk bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk merambah pasar domestik dan global.
Baca juga: Kasus COVID-19 Menggila, Pemkot Medan Tetap Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka
Lihat Juga :