Rektor Unej Minta Diaspora Viralkan Kuliner Indonesia
Jum'at, 18 Juni 2021 - 15:59 WIB
loading...
A
A
A
”Satu-satunya universitas di Indonesia yang sangat peduli dengan gastronomi atau gastrodiplomasi akan masakan asli Indonesia. Saya berharap dengan adanya Sukarno Festival 2 dapat menjadi wawasan bersama tentang pemikiran Sukarno yang sangat visioner. Hal ini karena hanya Sukarno yang memikirkan makanan sebagai media diplomasi negara,” tandasnya.
Agus Trihartanto,Ph.D, ahli gastrodiplomasi di Indonesia menyebutkan bahwa Indonesia membutuhkan sekali jamuan utama seperti di Korea, Jepang, Thailand untuk memperkenalkan kuliner nusantara saat jamuan negara.
Presiden Sukarno sangat paham dengan politik perut ini. Lobi-lobi khusus biasanya dilakukan saat jamuan makan bersama tamu negara, termasuk ketika Konferensi Asia Afrika.
”Saat makan adalah saat yang menggembirakan karena di saat makan menyampaikan pembicaraan dengan rilek dan gembira. Sukarno sudah menyadari arti penting diplomasi di meja makan sejak ibukota masih di Yogyakarta sampai kembali ke Yogyakarta. Sukarno selalu ikut campur dalam urusan tamu tamu negara di istana, sampai ke hidangan-hidangan yang disuguhkan,” jelas pencetus utama pusat studi gastrodiplomasi dari Universitas Jember.
Kordinator Nasional Sukarno Festival Upi Suprianto berterima kasih atas hadirnya para narasumber dalam acara Sukarno Festival. ”Semoga kegiatan ini menjadi literasi digital tentang pemikiran sukarno yang luhur ini untuk membangun Indonesia lebih baik,” katanya.
Agus Trihartanto,Ph.D, ahli gastrodiplomasi di Indonesia menyebutkan bahwa Indonesia membutuhkan sekali jamuan utama seperti di Korea, Jepang, Thailand untuk memperkenalkan kuliner nusantara saat jamuan negara.
Presiden Sukarno sangat paham dengan politik perut ini. Lobi-lobi khusus biasanya dilakukan saat jamuan makan bersama tamu negara, termasuk ketika Konferensi Asia Afrika.
”Saat makan adalah saat yang menggembirakan karena di saat makan menyampaikan pembicaraan dengan rilek dan gembira. Sukarno sudah menyadari arti penting diplomasi di meja makan sejak ibukota masih di Yogyakarta sampai kembali ke Yogyakarta. Sukarno selalu ikut campur dalam urusan tamu tamu negara di istana, sampai ke hidangan-hidangan yang disuguhkan,” jelas pencetus utama pusat studi gastrodiplomasi dari Universitas Jember.
Kordinator Nasional Sukarno Festival Upi Suprianto berterima kasih atas hadirnya para narasumber dalam acara Sukarno Festival. ”Semoga kegiatan ini menjadi literasi digital tentang pemikiran sukarno yang luhur ini untuk membangun Indonesia lebih baik,” katanya.
(msd)
Lihat Juga :