Rektor Unej Minta Diaspora Viralkan Kuliner Indonesia

Jum'at, 18 Juni 2021 - 15:59 WIB
loading...
Rektor Unej Minta Diaspora...
Rektor Universitas Jember Dr. Ir Iwan Taruna, M, eng. IPM
A A A
BLITAR - Lobi-lobi di meja makan adalah buah dari pemikiran Presiden RI ke-1 Soekarno . Bapak Proklamator RI ini tak segan campur tangan langsung dalam menjamu setiap tamu negara yang berkunjung ke Indonesia. Kini kuliner Indonesia butuh sentuhan para diaspora untuk mem-viral-kan betapa beragamnya kuliner Indonesia ke dunia internasional.

“Kita sangat penting untuk mengenalkan kuliner Indonesia, mungkin lewat diaspora-diaspora kita di luar negeri atau dengan menggunakan branding budaya,” kata Rektor Universitas Jember Dr. Ir Iwan Taruna, M, eng. IPM pada saat menjadi narasumber Sukarno Festival yang disiarkan melalui Zoom dan YouTube, Kamis 17 Juni 2021.

Baca juga: Buntut Kericuhan Perayaan Ultah Persebaya, 92 Suporter Diamankan Polisi

Dikutip dari diasporaindonesia.org, tercatat lebih dari 8 juta orang Indonesia yang tinggal dan menetap di luar negeri. Mereka terdiri dari berbagai suku bangsa serta latar belakang profesi mulai dari kalangan profesional, pengusaha, akademisi, pekerja migran maupun mahasiswa.

Kendati berdomisili di berbagai tempat di pelosok bumi, para perantauan dari Indonesia ini selalu memperkenalkan keindahan alam dan budaya Indonesia. Langkah ini dikenal sebagai soft diplomacy di negara mereka tinggal, serta turut berkontribusi dengan cara masing-masing terhadap pembangunan di Indonesia.

Baca juga: Viral, Warga Rusak Posko Penyekatan dan Swab Antigen di Suramadu

Menurut Iwan Taruna, kontribusi dari diaspora sangat penting untuk mengenalkan kuliner Indonesia. Sementara dari dalam negeri Universitas Jember mendirikan pusat studi gastrodiplomacy untuk mendukung penetrasi mengenalkan kuliner Indonesia ke dunia internasional.

”Satu-satunya universitas di Indonesia yang sangat peduli dengan gastronomi atau gastrodiplomasi akan masakan asli Indonesia. Saya berharap dengan adanya Sukarno Festival 2 dapat menjadi wawasan bersama tentang pemikiran Sukarno yang sangat visioner. Hal ini karena hanya Sukarno yang memikirkan makanan sebagai media diplomasi negara,” tandasnya.

Agus Trihartanto,Ph.D, ahli gastrodiplomasi di Indonesia menyebutkan bahwa Indonesia membutuhkan sekali jamuan utama seperti di Korea, Jepang, Thailand untuk memperkenalkan kuliner nusantara saat jamuan negara.

Presiden Sukarno sangat paham dengan politik perut ini. Lobi-lobi khusus biasanya dilakukan saat jamuan makan bersama tamu negara, termasuk ketika Konferensi Asia Afrika.

”Saat makan adalah saat yang menggembirakan karena di saat makan menyampaikan pembicaraan dengan rilek dan gembira. Sukarno sudah menyadari arti penting diplomasi di meja makan sejak ibukota masih di Yogyakarta sampai kembali ke Yogyakarta. Sukarno selalu ikut campur dalam urusan tamu tamu negara di istana, sampai ke hidangan-hidangan yang disuguhkan,” jelas pencetus utama pusat studi gastrodiplomasi dari Universitas Jember.

Kordinator Nasional Sukarno Festival Upi Suprianto berterima kasih atas hadirnya para narasumber dalam acara Sukarno Festival. ”Semoga kegiatan ini menjadi literasi digital tentang pemikiran sukarno yang luhur ini untuk membangun Indonesia lebih baik,” katanya.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
2 Petugas Lapas Blitar...
2 Petugas Lapas Blitar Diperiksa terkait Dugaan Jual Beli Sel Khusus Rp100 Juta
Ketum Gerakan Dapur...
Ketum Gerakan Dapur Indonesia Kembangkan Kuliner Tanah Air di China
Mulai 30 April Warga...
Mulai 30 April Warga Tangsel Urus Izin hingga Cari Kuliner Hits lewat AI Tangsel ONE
Unitomo Pemberdayaan...
Unitomo Pemberdayaan Kewirausahaan dan Manajemen Koperasi Ponpes Ibnu Mas’ud Blitar
Polisi Sebut Belum Ada...
Polisi Sebut Belum Ada Tersangka Pembakaran Kios di Kalibata Imbas Pengeroyokan terhadap Mata Elang
Perjalanan Usaha Kuliner...
Perjalanan Usaha Kuliner Lokal yang Berawal dari Gerobak Kaki Lima
Bandung Disulap Jadi...
Bandung Disulap Jadi Korea Mini, Ribuan Pengunjung Serbu Festival K-Food Halal dan K-Culture
Menjelajah Rasa Surabaya...
Menjelajah Rasa Surabaya lewat Deretan Kuliner Legendaris Pilihan ShopeeFood
Rekomendasi
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
Berita Terkini
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved