Pemkot Parepare Lelang 30 Unit Kendaraan Dinas
Kamis, 17 Juni 2021 - 15:24 WIB
loading...
Pemkot Parepare melelang 30 unit kendaraan dinas. Foto: SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
PAREPARE - Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare melelang 30 unit kendaraan dinas (randis). Sebagai upaya transparansi, pemkot menggandeng Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Parepare.
Lelang dilakukan dengan cara lelang umum terbuka menggunakan aplikasi lelang internet dengan metode penawaran tertutup. Kegiatan itu digelar di ruang pertemuan aset kantor Setdako Parepare.
Baca juga:Wawali Parepare Harap Pemuda Jaga Semangat Nasionalisme
Kepala Badan Keuangan Daerah Parepare, Jamaluddin Achmad mengatakan, selain transparan, lelang bekerja sama KPKNL juga sebagai langkah awal menangani masalah aset sebagai wujud lelang dilakukan secara terbuka.
"Semoga ke depan kerja sama ini tetap dilanjutkan, karena kami tidak mau jadi sorotan sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Sekarang ini tidak ada lagi keraguan untuk melakukan pelelangan barang-barang milik daerah,” ujar Jamaluddin, Kamis (17/6).
Kerja sama dengan KPKL, kata Jamaluddin, merupakan yang kedua kalinya dalam dua tahun terakhir. Namun pelelangan pada tahun 2020 dilakukan dengan sistem penawaran terbuka. Sementara tahun ini dilakukan dengan sistem penawaran tertutup.
Baca juga:Pemkot Parepare Incar Predikat Nindya Kota Layak Anak
“Tahun ini, KPKNL memberikan kita sistem yang baru yaitu tertutup, tidak ada yang bisa tahu permainan harga antar peserta lelang dan ditargetkan bisa meningkatkan jumlah peserta serta pemasukan hasil lelang,” papar Jamaluddin.
Untuk randis yang dilelang terdiri dari 30 unit kendaraan roda empat dan roda tiga, dengan limit Rp 400 juta, sementara paket scrab (besi tua) sekitar 13 paket dengan limit Rp200 juta.
Baca juga:Sudah Zona Hijau, Protokol Kesehatan Ketat Tetap Diberlakukan di Parepare
Sebanyak 13 paket scrap, tambah Jamaluddin, seluruhnya terjual, dengan nilai limit sekitar Rp 200 juta, atau meningkat sekitar 80 persen. Sementara total limit untuk 30 unit kendaraan dinas itu sekitar Rp400 juta, namun masih ada tersisa 6 kendaraan yang tidak terjual, yang nilai lelangnya sekitar Rp 500 juta lebih. "Jadi total hasil lelang kali ini, kita dapat hampir Rp1 miliar rupiah,” ungkapnya.
Hasil lelang tersebut, kata Jamaluddin, selanjutnya akan masuk ke kas daerah sebagai PAD Badan Keuangan Daerah Parepare.
Lelang dilakukan dengan cara lelang umum terbuka menggunakan aplikasi lelang internet dengan metode penawaran tertutup. Kegiatan itu digelar di ruang pertemuan aset kantor Setdako Parepare.
Baca juga:Wawali Parepare Harap Pemuda Jaga Semangat Nasionalisme
Kepala Badan Keuangan Daerah Parepare, Jamaluddin Achmad mengatakan, selain transparan, lelang bekerja sama KPKNL juga sebagai langkah awal menangani masalah aset sebagai wujud lelang dilakukan secara terbuka.
"Semoga ke depan kerja sama ini tetap dilanjutkan, karena kami tidak mau jadi sorotan sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Sekarang ini tidak ada lagi keraguan untuk melakukan pelelangan barang-barang milik daerah,” ujar Jamaluddin, Kamis (17/6).
Kerja sama dengan KPKL, kata Jamaluddin, merupakan yang kedua kalinya dalam dua tahun terakhir. Namun pelelangan pada tahun 2020 dilakukan dengan sistem penawaran terbuka. Sementara tahun ini dilakukan dengan sistem penawaran tertutup.
Baca juga:Pemkot Parepare Incar Predikat Nindya Kota Layak Anak
“Tahun ini, KPKNL memberikan kita sistem yang baru yaitu tertutup, tidak ada yang bisa tahu permainan harga antar peserta lelang dan ditargetkan bisa meningkatkan jumlah peserta serta pemasukan hasil lelang,” papar Jamaluddin.
Untuk randis yang dilelang terdiri dari 30 unit kendaraan roda empat dan roda tiga, dengan limit Rp 400 juta, sementara paket scrab (besi tua) sekitar 13 paket dengan limit Rp200 juta.
Baca juga:Sudah Zona Hijau, Protokol Kesehatan Ketat Tetap Diberlakukan di Parepare
Sebanyak 13 paket scrap, tambah Jamaluddin, seluruhnya terjual, dengan nilai limit sekitar Rp 200 juta, atau meningkat sekitar 80 persen. Sementara total limit untuk 30 unit kendaraan dinas itu sekitar Rp400 juta, namun masih ada tersisa 6 kendaraan yang tidak terjual, yang nilai lelangnya sekitar Rp 500 juta lebih. "Jadi total hasil lelang kali ini, kita dapat hampir Rp1 miliar rupiah,” ungkapnya.
Hasil lelang tersebut, kata Jamaluddin, selanjutnya akan masuk ke kas daerah sebagai PAD Badan Keuangan Daerah Parepare.
(luq)
Lihat Juga :