Pemkab Bantaeng Dorong Pertanian Alami dengan Pupuk Organik
Kamis, 17 Juni 2021 - 13:41 WIB
loading...
Bupati Bantaeng Ilham Azikin menyerahkan pupuk organik kepada sejumlah kelompok tani di Desa Kampala, Kecamatan Eremerasa. Foto: Istimewa
A
A
A
BANTAENG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng terus mendorong sistem pertanian alami di Kabupaten Bantaeng. Petani diajak untuk mulai melawan keterbatasan pupuk kimia dan beralih ke pupuk organik.
Hal itu disampaikan Bupati Bantaeng , Ilham Azikin saat menyapa sejumlah kelompok tani di Desa Kampala, Kecamatan Eremerasa. Dalam kesempatan itu, dia memberikan 23 ribu paket pupuk organik untuk beberapa kelompok tani di desa tersebut.
Baca Juga: Disdukcapil Bantaeng Gelar Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Koordukcapil
Dia mengatakan, masalah pupuk menjadi persoalan dari desa hingga tingkat nasional. Menurutnya, pemerintah pusat memang sedang berupaya untuk mengurangi kuota pupuk kimia bersubsidi di seluruh Indonesia. Dia berharap, petani di Bantaeng bisa merasakan manfaat pupuk organik dibanding dengan pupuk lainnya.
"Hari ini memang menjadi persoalan. Tidak ada yang teriak soal pupuk. Semua daerah mengeluh kelangkaan pupuk subsidi. Saya berharap, pupuk organik ini dapat dikenali, dimanfaatkan dan dirasakan manfaatnya bagi petani di desa ini," jelasnya, Kamis, (17/06/2021).
Dia juga mengajak kepada penyuluh untuk mulai mengajak petani mengenal pupuk organik dan memperkenalkan pupuk-pupuk lainnya. Dia berharap, petani juga lebih selektif memilih pupuk untuk peningkatan produksi pertanian dan perkebunan.
"Teman-teman penyuluh juga harus terus bekerja keras untuk mengajak petani mengenal pupuk lainnya. Jadi petani tidak hanya kenal pupuk urea saja," jelas dia.
Hal itu disampaikan Bupati Bantaeng , Ilham Azikin saat menyapa sejumlah kelompok tani di Desa Kampala, Kecamatan Eremerasa. Dalam kesempatan itu, dia memberikan 23 ribu paket pupuk organik untuk beberapa kelompok tani di desa tersebut.
Baca Juga: Disdukcapil Bantaeng Gelar Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Koordukcapil
Dia mengatakan, masalah pupuk menjadi persoalan dari desa hingga tingkat nasional. Menurutnya, pemerintah pusat memang sedang berupaya untuk mengurangi kuota pupuk kimia bersubsidi di seluruh Indonesia. Dia berharap, petani di Bantaeng bisa merasakan manfaat pupuk organik dibanding dengan pupuk lainnya.
"Hari ini memang menjadi persoalan. Tidak ada yang teriak soal pupuk. Semua daerah mengeluh kelangkaan pupuk subsidi. Saya berharap, pupuk organik ini dapat dikenali, dimanfaatkan dan dirasakan manfaatnya bagi petani di desa ini," jelasnya, Kamis, (17/06/2021).
Dia juga mengajak kepada penyuluh untuk mulai mengajak petani mengenal pupuk organik dan memperkenalkan pupuk-pupuk lainnya. Dia berharap, petani juga lebih selektif memilih pupuk untuk peningkatan produksi pertanian dan perkebunan.
"Teman-teman penyuluh juga harus terus bekerja keras untuk mengajak petani mengenal pupuk lainnya. Jadi petani tidak hanya kenal pupuk urea saja," jelas dia.
Lihat Juga :